KEIN Minta Pemerintah Waspada Perlambatan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 20:06 WIB
KEIN Minta Pemerintah...
KEIN Minta Pemerintah Waspada Perlambatan Daya Beli Masyarakat
A A A
JAKARTA - Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Hendri Saparini memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS) soal daya beli masyarakat. Menurutnya, saat ini telah terjadi pelambatan daya beli masyarakat dan pemerintah harus mewaspadainya.

Dia menilai, pemerintah perlu mewaspadai rendahnya konsumsi dan daya beli masyarakat saat ini, mengingat ekonomi Indonesia salah satunya digerakkan oleh konsumsi.

"Kita perlu mewaspadai, karena sebagian besar PDB disumbang konsumsi, sehingga konsumsi lambat perlu diwaspadai," katanya dalam acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Hendri menyampaikan, perlambatan tersebut dapat dilihat dari nilai tukar petani dan nilai tukar upah buruh yang menurun. Jadi, kata dia, jika nilai tukarnya menurun maka daya beli pun ikut menurun.

Masih menurut Hendri, jika yang mengalami perlambatan adalah kelompok menengah atas, katanya, kekhawatiran tidak terlalu besar. Karena, bisa jadi mereka memang menahan konsumsi atau memilih untuk investasi.

"Kalau di atas kegalauan kita tidak sebesar jika terjadi di kelompok bawah, karena bisa jadi menahan, dan bisa investasi meskipun bisa bikin bermasalah. Karena yang atas menahan maka yang bawah bermasalah," imbuh dia.

Namun, ungkap dia, perlambatan mayoritas terjadi pada golongan masyarakat menengah ke bawah. Hal ini terjadi karena kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan tarif dasar listrik.

"Kenapa mengurangi konsumsinya, alasannya harga sembako naik, BBM juga, premium tidak naik tapi kan ada produk BBM baru yang harus dibeli dengan harga lebih tinggi. Lalu juga TDL naik, serta biaya pendidikan. Ini fakta ada bahwa semester I tidak tinggi, ini ada kekhawatiran," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kelas Menengah Mode...
Kelas Menengah Mode Survival, Alarm Bagi Ekonomi Indonesia
Berharap THR Jadi Pendongkrak...
Berharap THR Jadi Pendongkrak Ekonomi Nasional
Deflasi 4 Bulan Beruntun, Berpotensi...
Deflasi 4 Bulan Beruntun, Berpotensi Timbulkan Lingkaran Setan Perlambatan ekonomi
Inflasi Oktober Sedikit...
Inflasi Oktober Sedikit Banyak Menunjukkan Permintaan Mulai Membaik
Respons Ekonomi Kuartal...
Respons Ekonomi Kuartal II 2025, Pengusaha Masih Melihat Pelemahan Daya Beli
BI Jawa Timur Prediksi...
BI Jawa Timur Prediksi Lebaran Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved