Rupiah Awal Pekan Berakhir Kokoh di Zona Hijau, USD Menyusut

Senin, 14 Agustus 2017 - 16:54 WIB
Rupiah Awal Pekan Berakhir...
Rupiah Awal Pekan Berakhir Kokoh di Zona Hijau, USD Menyusut
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan ini ditutup kokoh pada zona hijau. Kondisi penguatan rupiah sore ini di tengah tergelincirnya USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini berada di posisi Rp13.347/USD atau jauh lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.368/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.333- Rp13.373/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.349/USD atau meningkat dari penutupan sebelumnya di posisi Rp13.361/USD dengan kisaran harian Rp13.339-Rp13.355/USD. Sedangkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ditutup stagnan pada level Rp13.365/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah sore ini tertahan di level Rp13.344/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melompat 26 poin dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.370/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/8/2017) USD berakhir lebih rendah terhadap beberapa pada uang utama pada perdagangan awal pekan, setelah mencetak kerugian terbesar dalam tiga pekan seiring melemahnya harapan kenaikan suku bunga acuan alias Fed rate seiring melemahnya data inflasi. Di sisi lain pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal kedua memperluas melebihi ekspektasi didorong peningkatan konsumsi dan belanja modal.

Risiko baru juga mendorong investor untuk meminjam dalam mata uang yang relatif lemah seperti dolar dan franc dan berinvestasi dalam euro EUR = EBS yang merupakan mata uang berkinerja terbaik. USD diperdagangkan pada level 93.05 atau lebih rendah dibandingkan akhir pekan kemarin untuk berada di bawah tekanan seiring memudarnya harapan kenaikan bunga The Fed sekali lagi tahun ini.

Peningkatan risiko geopolitik juga terasa pada dolar outlook. Presiden China Xi Jinping mengatakan pada Sabtu kemarin bahwa ada kebutuhan untuk resolusi damai guna menengahi masalah nuklir Korea Utara, dan dalam panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump ia mendesak semua sisi untuk menghindari kata-kata atau tindakan yang meningkatkan ketegangan.

Di sisi lain euro tercatat meningkat 0,1% menjadi USD1.1827 dan sedang mendekati posisi terbaik dalam dua setangah tahun di 1.1910 yang sempat terjadi awal bulan ini. Pelemahan terjadi pada poundsterling saat menghadapi USD untuk berada di level 1,30 seiring efek negatif negosiasi Brexit. Sebelumnya juga tergelincir 0,15% menjadi 1.2991 dalam perdagangan awal di London, ketika kokoh 90.81 terhadap euro.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
2 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
4 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
4 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
7 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
8 jam yang lalu
Infografis
10 Perusahaan Tekstil...
10 Perusahaan Tekstil yang PHK Karyawan di Awal 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved