Luhut Tak Masalah Freeport Perpanjang Operasi hingga 2041

Senin, 14 Agustus 2017 - 19:05 WIB
Luhut Tak Masalah Freeport...
Luhut Tak Masalah Freeport Perpanjang Operasi hingga 2041
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tidak masalah dengan permintaan PT Freeport Indonesia untuk diperpanjang izin operasinya hingga 2041. Namun, dengan syarat perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut setuju untuk melepaskan (divestasi) 51% sahamnya kepada pemerintah.

Menurutnya, saat ini Freeport telah bersedia untuk mendivestasikan sahamnya sebesar 51%, mereka juga setuju untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter). Jika demikian, maka perpanjangan operasi hingga 2041 tidak jadi persoalan.

"Freeport itu memang mereka bersedia 51%, bersedia bangun smelter, dan mereka minta perpanjangan sampai 2041. Sebenarnya enggak masalah (diperpanjang sampai 2041)," katanya di Gedung Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Hanya saja, tambah jenderal bintang empat ini, hukum di Indonesia mengatur bahwa perpanjangan izin operasi tidak bisa langsung diberikan selama 20 tahun sekaligus. Perpanjangan diberikan bertahap setiap 10 tahun.

"Hanya hukum kita mengatakan itu 10 tahun dulu. Tapi saya kira kalau sudah 50%, saya kira bukan masalah itu sampai 2041," tutur dia.

Sementara terkait valuasi saham yang didivestasikan Freeport, mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menilai bahwa perhitungannya bisa sesuai dengan harga pasar (market). Namun, perhitungan tidak dengan memasukkan cadangan yang ada di tambang Grasberg, Papua.

"Valuasinya biar saja market yang menentukan. Ya enggak lah, kita kan tahu bagaimana cara hitungnya yang berlaku secara universal. Masa yang di bawah tanah kau hitung belum ketahuan," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
1 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
1 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
3 jam yang lalu
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
12 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
13 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
14 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved