USD Dekati Posisi Tertinggi, Rupiah Berakhir Memerah

Rabu, 16 Agustus 2017 - 17:21 WIB
USD Dekati Posisi Tertinggi,...
USD Dekati Posisi Tertinggi, Rupiah Berakhir Memerah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan tengah pekan, Rabu (16/8/2017) berakhir memerah setelah terbebani sepanjang hari ini. Kejatuhan mata uang Garuda terjadi saat USD mendekati level tertinggi seiring penguatan data eceran AS.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.377/USD atau melemah dari penutupan kemarin di level di posisi Rp13.361/USD. Kisaran harian pada hari ini berada di level Rp13.360-Rp13.383/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini bertengger ke posisi Rp13.371/USD, atau memburuk dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.363/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.353-Rp13.385/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ditutup merosot cukup dalam ke level Rp13.370/USD. Posisi ini dibanding penutupan kemarin tidak lebih lebih di posisi Rp13.355/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah hingga perdagangan sore tertahan pada level Rp13.374/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah terpuruk dari posisi sebelumnya di level Rp13.344/USD.

Seperti dilansir Reuters, USD mendekati posisi tertinggi dalam tiga pekan terhadap beberapa mata uang utama saat data eceran penjualan di AS menunjukkan hasil positif. Meskipun pasar masih berhati-hati mengejar keuntungan saat risiko geopolitik mengintai.

"Ketakutan akan rudal Korea Utara, tampaknya akan berkurang untuk saat ini. Jika penguatan kumpulan data AS diterjemahkan ke dalam inflasi yang lebih tinggi, maka pasar akan menyakini kenaikan suku bunga akan kembali dinaikkan oleh The Fed dalam beberapa bulan mendatang," ujar FX Strategis Commerzbank Ulrich Leuchtmann.

Lompatan tinggi Indeks USD dibatasi pada level 93.86 dan sempat menyentuh level tertinggi sejak 26 Juli di posisi 94.14 dalam sesi sebelumnya. Penguatan USD ditopang data penjualan ritel AS yang melompat 0,6% pada bulan Juli, untuk melampaui perkiraan ekonomi yakni di posisi 0,4%.

Meredakan ketakutan akan konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Korea Utara juga mendorong investor untuk membeli kembali berisiko aset mereka. Di sisi lain, euro terlihat mulai stabil pada posisi 1.1734 saat melawan USD, setelah jatuh pada level terendah yakni 1.1687 sejak akhir Juli.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
2 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
4 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
4 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
6 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved