AS Bakal Rombak Besar-besaran Perjanjian Dagang NAFTA

Kamis, 17 Agustus 2017 - 14:32 WIB
AS Bakal Rombak Besar-besaran...
AS Bakal Rombak Besar-besaran Perjanjian Dagang NAFTA
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana untuk merombak secara besar-besaran perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara atau yang dikenal dengan sebutan NAFTA (North American Free Trade Agreement). Perubahan besar menurut pejabat perdagangan senior AS menjadi syarat apabila ingin perundingan tentang perjanjian dagang itu dapat terus berlangsung.

Seperti dilansir BBC, Meksiko dan Kanada sendiri sepakat untuk melakukan perundingan pertama dalam upaya merevisi perjanjian perdagangan tersebut. Perwakilan perdagangan untuk AS Robert Lighthizer mengatakan Presiden Donal Trump menginginkan perubahan luar dan dalam dalam memperbarui Pakta tersebut. Pembicaraan antara tiga negara diharapkan dalam terjadi lagi akhir bulan.

"Dia tidak tertarik dengan hanya beberapa ketentuan dan beberapa pasal yang diperbarui. Kami merasa bahwa NAFTA secara fundamental telah mengalami banyak kegagalan, sehingga bagi banyak orang Amerika yang dibutuhkan adalah perbaikan besar," ujar Lighthizer dalam sambutannya di Washington.

Pembicaraan negosiasi NAFTA yang diusung Presiden Trump mengalami kemunduran menyusul bentrokan mematikan pasca-pawai kelompok supremasi kulit putih di Kota Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat pada pekan lalu. Ditambah sebelumnya dalam satu hari, tiga orang CEO mundur dari dewan penasihat Trump.

CEO Intel Brian Krzanich menjadi CEO ketiga yang meninggalkan American Manufacturing Council pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pada hari yang sama, sebelumnya CEO Under Armour Kevin Plank dan CEO Merck Kenneth Frazier mengundurkan diri dari dewan penasihat Trump.

Sebelumnya melakukan negosiasi ulang NAFTA menjadi tema utama dalam kampanye Trump yang telah menggambarkannya sebagai kesepakatan terburuk dalam sejarah Negeri Paman Sam -julukan AS-. Ia menyalahkan perjanjian dagang tersebut menjadi penyebab banyak hilangnya pekerjaan di sektor manufaktur AS.

Menteri Ekonomi Meksiko Ildefonso Guajardo mengaku tidak terkejut dengan yang disampaikan Lighthizer sejalan dengan pernyataan AS sebelumnya. AS menurutnya akan mencari perubahan seperti ketentuan-ketentuan kerja yang kuat dan aturan ketat terkait asal produk dibuat.

AS juga ingin merubah panel NAFTA yang digunakan untuk menyelesaikan sengketa. Sementara dari sisi Kanada ingin mempertahankan, dari semua sisi dikatakan salah seorang perunding NAFTA dari sisi Kanada yakni Raymond Bachand, ada kesempatan untuk "memodernisasi" perjanjian yang mencerminkan teknologi baru dan bisnis online.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved