Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Senin, 05 Juni 2023 - 22:52 WIB
loading...
Bank-bank di Amerika Serikat (AS) melaporkan adanya penurunan simpanan hingga menyentuh rekor sebesar 2,5% pada kuartal pertama tahun 2023. Foto/Dok
A
A
A
NEW YORK - Bank -bank di Amerika Serikat (AS) melaporkan adanya penurunan simpanan hingga menyentuh rekor sebesar 2,5% pada kuartal pertama tahun 2023. Hal ini disampaikan oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) seperti dilansir RT.
Arus modal keluar awal tahun ini menjadi terbesar yang pernah dicatat oleh FDIC sejak mulai mengumpulkan data tersebut pada tahun 1984. Baca Juga: Usai Pangkas 1.000 Karyawan First Republic Bank, Kini JPMorgan PHK 500 Pekerja Minggu Ini
Menurut laporan, bank-bank AS kehilangan USD472 miliar atau setara Rp7.003 triliun (Kurs Rp14,837 per USD) dalam deposito selama periode Januari-Maret, menandai arus keluar kuartal keempat berturut-turut. Penurunan ini terutama dari dana yang tidak diasuransikan, FDIC mencatat bahwa deposito yang diasuransikan sebenarnya meningkat sebesar USD255,1 miliar atau 2,5% di tengah kegagalan beberapa bank regional.
"Efek yang lebih dari respons industri terhadap tekanan itu mungkin tidak sepenuhnya terlihat sampai kami menerima hasil kuartal kedua," kata Chairman FDIC, Martin Gruenberg.
Laporan itu tidak mencakup First Republic Bank yang bangkrut pada 1 Mei, menjadi pemberi pinjaman AS ketiga yang kolaps tahun ini. Baca Juga: Tiga Bank AS Bangkrut, Picu Krisis Keuangan Global?
Arus modal keluar awal tahun ini menjadi terbesar yang pernah dicatat oleh FDIC sejak mulai mengumpulkan data tersebut pada tahun 1984. Baca Juga: Usai Pangkas 1.000 Karyawan First Republic Bank, Kini JPMorgan PHK 500 Pekerja Minggu Ini
Menurut laporan, bank-bank AS kehilangan USD472 miliar atau setara Rp7.003 triliun (Kurs Rp14,837 per USD) dalam deposito selama periode Januari-Maret, menandai arus keluar kuartal keempat berturut-turut. Penurunan ini terutama dari dana yang tidak diasuransikan, FDIC mencatat bahwa deposito yang diasuransikan sebenarnya meningkat sebesar USD255,1 miliar atau 2,5% di tengah kegagalan beberapa bank regional.
"Efek yang lebih dari respons industri terhadap tekanan itu mungkin tidak sepenuhnya terlihat sampai kami menerima hasil kuartal kedua," kata Chairman FDIC, Martin Gruenberg.
Laporan itu tidak mencakup First Republic Bank yang bangkrut pada 1 Mei, menjadi pemberi pinjaman AS ketiga yang kolaps tahun ini. Baca Juga: Tiga Bank AS Bangkrut, Picu Krisis Keuangan Global?
Lihat Juga :