Pengamat Soroti Kenaikan Harga Jual Gas Grissik

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 21:16 WIB
Pengamat Soroti Kenaikan...
Pengamat Soroti Kenaikan Harga Jual Gas Grissik
A A A
JAKARTA - Tata kelola sektor pertambangan nasional kembali menjadi sorotan. Salah satunya, lemahnya pengawasan terhadap upaya peningkatan kegiatan eksplorasi, hingga menciutnya angka produksi migas Indonesia yang saat ini hanya berada kisaran 815 ribu barel per hari (BPH).

Bahkan, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara berkesimpulan pemerintah kurang tepat dalam menyiasati fenomena pelemahan harga jual migas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

"Memang secara natural harga akan kembali mahal karena tidak ada orang melakukan eksplorasi. Tapi begitu naik karena kita selama ini tidak membangun di dalam, maka akan membawa dampak dan BUMN (Pertamina) makin parah menanggung devisa untuk subsidi. Atau kalau harga dinaikkan maka rakyat jadi korban," ujar dia dalam HUT Serikat Pekerja PT PLN (Persero) seperti dikutip di Jakarta, Sabtu (19/8/2017).

Selain hulu migas, Marwan mengatakan bahwa hal itu juga menjadi sorotan atas kinerja pemerintah bidang migas juga didasarkan pada tidak adanya asas keadilan (fairness) dalam penetapan harga jual komoditas migas.

Seperti diketahui baru-baru ini Kementerian ESDM meneken surat bernomor 5882/12/MEM.M/2017 tentang penetapan harga jual gas bumi dari ConocoPhillips (COPI) Grissik ke PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk untuk wilayah Batam.

Dalam surat yang diteken pada 31 Juli 2017, COPI diperbolehkan untuk menaikkan harga jual gas dengan volume 27,27-50 BBTUD dari USD2,6 per MMBTU menjadi USD3,5 per MMBTU. Sedangkan di lain sisi, PGN harus menerima keputusan dan tidak diperkenankan mengerek harga jualnya ke konsumen sesuai isi surat tersebut.

Memang dengan kenaikan harga pendapatan negara meningkat, tapi asingnya mendapat durian runtuh. PGN membangun jaringan transmisi dan jaringan distribusi dengan uangnya sendiri. "Kalau gini dari mana dia dapat uang dan bagaimana dia mengembangkan jaringan gas ke depan?" tegas Marwan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar Lengkap Kenaikan...
Daftar Lengkap Kenaikan Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg di Seluruh Indonesia
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Gas Murah Industri Dipastikan...
Gas Murah Industri Dipastikan Lanjut, Berikut Skema Baru HGBT dan 7 Sektor Penerimanya
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Penetapan Harga Gas...
Penetapan Harga Gas Bumi Harus Mengakomodasi Kepentingan Semua Pihak
Industri Digerujuk Gas...
Industri Digerujuk Gas Murah, Negara Dapat Apa?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved