PLN Teken Transaksi Hedging USD30 Juta dengan Tiga Bank BUMN

Senin, 21 Agustus 2017 - 12:28 WIB
PLN Teken Transaksi...
PLN Teken Transaksi Hedging USD30 Juta dengan Tiga Bank BUMN
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) hari ini menandatangani transaksi lindung nilai (hedging) dengan tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Bank Mandiri (persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). Adapun nilai hedging tersebut sekitar USD30 juta.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, transaksi lindung nilai yang dilakukan BUMN kelistrikan ini menggunakan produk call spread option. Produk ini merupakan produk hedging terbaru yang dikeluarkan BI. (Baca: BI Perbarui Pedoman Hedging BUMN dan Perkenalkan Produk Baru )

Call spread option merupakan gabungan dari dua FX option, yaitu buy call option dan sell call option yang dilakukan secara simultan dalam satu kontrak transaksi, dengan nominal yang sama namun dua strike price yang berbeda.

Sampai saat ini, terdapat enam bank yang memperoleh izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan transaksi call spread option valas terhadap rupiah yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, Standard Chartered Bank, CIMB Niaga, dan Bank UOB Indonesia.

"Supaya lebih murah, call spread ini yang ditandatangani ada dua transaksi. Di satu sisi perusahaan BUMN membeli call spread atau membayar premi, dan di sisi lain dengan suatu jangka waktu tertentu kemudian bisa menjual call spread," katanya di Gedung BI, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsah menuturkan, PLN sejatinya sudah dua tahun terakhir melakukan transaksi lindung nilai. Namun, untuk kali ini yang diteken untuk produk hedging call spread dengan nilai USD30 juta.

"Nilai hedgingnya untuk produk call spread PLN sebagai tahap awal baru USD30 juta. Sebetulnya PLN sudah sejak dua tahun terakhir melakukan. Penandatanganan kontrak hedging hari ini adalah untuk produk hedging baru (call spread) dengan biaya premi yang jauh lebih efisien dibandingkan produk forward dan swap," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Bank KB Bukopin Layani...
Bank KB Bukopin Layani Pembayaran Manfaat Pensiun PT Industri Kapal Indonesia (Persero)
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Pengamat Minta Rencana...
Pengamat Minta Rencana IPO PT ASDP Persero Dibatalkan
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Pembangkit Hidro Jadi...
Pembangkit Hidro Jadi Andalan Indonesia Wujudkan Energi Bersih
Berita Terkini
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
13 menit yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
17 menit yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
55 menit yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved