Sektor Ekonomi Kreatif Harus Dibantu Atasi Tiga Problem Dasar

Senin, 21 Agustus 2017 - 23:40 WIB
Sektor Ekonomi Kreatif...
Sektor Ekonomi Kreatif Harus Dibantu Atasi Tiga Problem Dasar
A A A
SOLO - Sektor ekonomi kreatif yang bermitra dengan usaha besar saat inimasih minim. Tercatat hanya 6%-10% yang mampu menjalin kerja sama. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Mudrajad Kuncoro mengemukakan, ekonomi kreatif harus dibantu mengatasi tiga problem dasar yang dihadapi. Yaitu persoalan modal, pasar, dan bahan baku.

Peluang ekonomi kreatif sebenarnya sangat luar biasa, dan pemain terbesar diantaranya adalahpelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Sehingga perlu diupayakan agar UKM menjadi bagian integral usaha menengah dan besar. Dari sekian banyak, yang memiliki kemitraan dengan usaha besar hanya 6-10 persen," kata Mudrajad usai menjadi pembicara di forum yang digelar Bank Indonesia Cabang Solo, Jawa Tengah, Senin (21/8/2017).

Dengan demikian, perlu ada dorongan agar pelaku UKM dapat naik kelas. Agar dapat tumbuh, diantaranya membutuhkan keperpihakan dari perbankan. Selama ini, orang yang baru menjalankan usaha sangat kesulitan dalam mengakses modal perbankan. Pada sisi lain, aliansi para stakeholder sangat diperlukan. Yakni akademisi, pemerintah, bisnis dan society.

Pada era Asian Economic Community, terdapat liberasi barang, jasa, orang, tenaga kerja dan investasi. Sehingga jangan sampai nantinya hanya menjadi penonton saja. Persoalan upah minimum regional (UMR) juga perlu menjadi perhatian. Dirinya telah mengusulkan ke pemerintah agar UMR dibuat tetap 2-3 tahun. Selain itu juga bukan berdasarkan wilayah namun berdasarkan industri.

Kepala BI Cabang Solo Bandoe Widiarto mengatakan, sektor ekonomi kreatif perlu didorong tumbuh karena mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Bagi daerah daerah yang mampu menumbuhkan sector ekonomi kreatif, maka pertumbuhaan ekonominya naik di atas 5%. Seperti di Solo, digelar event Solo Batik Carnival (SBC). "Event itu sebagai upaya mendorong ekonomi kreatif tumbuh," ucap Bandoe.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Jaringan Ekonomi Kreatif...
Jaringan Ekonomi Kreatif Indonesia Berbagi Modal ke Usaha Kecil Mikro
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
PNM Dinilai Sukses Dongkrak...
PNM Dinilai Sukses Dongkrak Ekonomi Perempuan Indonesia
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
Bupati dan Kapolres...
Bupati dan Kapolres Simalungun Dorong UMKM Berinovasi Bangkitkan Ekonomi
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
3 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
13 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
49 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved