USD Stabil, Rupiah Dibuka Menguat Tajam
Selasa, 22 Agustus 2017 - 10:17 WIB
USD Stabil, Rupiah Dibuka Menguat Tajam
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka semakin menguat setelah kemarin bertahan di zona hijau. Penguatan ini di tengah stabilnya USD terhadap beberapa mata uang lainnya.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka semakin membaik ke level Rp13.338/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah meningkat dari posisi sebelumnya Rp13.355/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pagi ini dibuka pada level Rp13.344/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya pada posisi Rp13.351/USD. Rupiah tampaknya terus bergerak menguat ke level Rp13.338/USD pada pukul 10.10 WIB dengan kisaran harian Rp13.335-Rp13.345/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka menguat ke posisi Rp13.346/USD atau semakin membaik dibandingkan sebelumnya yang berakhir di level Rp13.351/USD. Namun, pada pukul 10.10 WIB rupiah tampak semakin menguat ke level Rp13.336/USD dengan kisaran level Rp13.343-Rp13.362/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, pada perdagangan hari ini, rupiah menguat ke posisi Rp13.344/USD. Rupiah terlihat lebih baik dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp13.355/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (22/8/2017), USD bertahan stabil terhadap beberapa mata uang dengan para pelaku pasar memusatkan perhatian pada konferensi perbankan sentral tahunan di Jackson Hole pekan ini untuk mengetahui prospek kebijakan moneter.
USD terhadap yen naik tipis 0,2% menjadi 109,13, setelah naik tipis dari level terendah kemarin di level 108,63 yen. Sementara, euro terhadap USD bertahan stabil di posisi 1,1815, setelah kemarin naik 0,5%.
Indeks USD terakhir berada pada level 93.101, setelah mundur dari level tertinggi dalam tiga pekan di level 94.145 pada Rabu. Fokus jangka pendeknya adalah pidato oleh Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen pada Jumat di konferensi perbankan sentral tahunan Fed di Jackson Hole, Wyoming.
Stephen Innes, kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk OANDA di Singapura mengatakan, pidato Yellen meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember, yang dapat mendorong investor untuk melepaskan pelonggaran bearish terhadap USD dan memberikan beberapa dukungan kepada greenback.
"Ini bisa menjadi platform untuk USD," kata Innes, mengacu pada konferensi Jackson Hole.
Greenback telah terhambat dalam beberapa hari terakhir oleh kekhawatiran investor baru tentang kemampuan administrasi Trump untuk menerapkan agenda kebijakan ekonominya.
Keragu-raguan yang terus-menerus tentang prospek kenaikan suku bunga Fed yang lain tahun ini, pada saat inflasi AS tertekan, juga membebani USD.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka semakin membaik ke level Rp13.338/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah meningkat dari posisi sebelumnya Rp13.355/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pagi ini dibuka pada level Rp13.344/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya pada posisi Rp13.351/USD. Rupiah tampaknya terus bergerak menguat ke level Rp13.338/USD pada pukul 10.10 WIB dengan kisaran harian Rp13.335-Rp13.345/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka menguat ke posisi Rp13.346/USD atau semakin membaik dibandingkan sebelumnya yang berakhir di level Rp13.351/USD. Namun, pada pukul 10.10 WIB rupiah tampak semakin menguat ke level Rp13.336/USD dengan kisaran level Rp13.343-Rp13.362/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, pada perdagangan hari ini, rupiah menguat ke posisi Rp13.344/USD. Rupiah terlihat lebih baik dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp13.355/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (22/8/2017), USD bertahan stabil terhadap beberapa mata uang dengan para pelaku pasar memusatkan perhatian pada konferensi perbankan sentral tahunan di Jackson Hole pekan ini untuk mengetahui prospek kebijakan moneter.
USD terhadap yen naik tipis 0,2% menjadi 109,13, setelah naik tipis dari level terendah kemarin di level 108,63 yen. Sementara, euro terhadap USD bertahan stabil di posisi 1,1815, setelah kemarin naik 0,5%.
Indeks USD terakhir berada pada level 93.101, setelah mundur dari level tertinggi dalam tiga pekan di level 94.145 pada Rabu. Fokus jangka pendeknya adalah pidato oleh Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen pada Jumat di konferensi perbankan sentral tahunan Fed di Jackson Hole, Wyoming.
Stephen Innes, kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk OANDA di Singapura mengatakan, pidato Yellen meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember, yang dapat mendorong investor untuk melepaskan pelonggaran bearish terhadap USD dan memberikan beberapa dukungan kepada greenback.
"Ini bisa menjadi platform untuk USD," kata Innes, mengacu pada konferensi Jackson Hole.
Greenback telah terhambat dalam beberapa hari terakhir oleh kekhawatiran investor baru tentang kemampuan administrasi Trump untuk menerapkan agenda kebijakan ekonominya.
Keragu-raguan yang terus-menerus tentang prospek kenaikan suku bunga Fed yang lain tahun ini, pada saat inflasi AS tertekan, juga membebani USD.
(izz)