Yen dan Euro Lesu, Rupiah Sore Ini Menguat Tipis
Jum'at, 25 Agustus 2017 - 17:13 WIB
Yen dan Euro Lesu, Rupiah Sore Ini Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore hari ini menguat tipis pada saat USD kembali menguat terhadap euro dan yen.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini menguat ke level Rp13.349/USD dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.355/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.344/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.347/USD. Mata uang garuda sendiri berada di kisaran harian Rp13.339-Rp13.353/USD.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini berada di posisi Rp13.349/USD atau sedikit melemah dari sebelumnya yang berada di level Rp13.347/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.332-Rp13.353/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah sore ini tertahan di level Rp13.348/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.354/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (25/8/2017), USD menguat lebih tinggi terhadap yen dan euro karena para pelaku pasar fokus pada Gubernur Federal Reserve Janet Yellen akan berjanji untuk terus maju dengan rencana kebijakan moneter yang lebih ketat. Dia berbicara pada pertemuan para bankir sentral di Jackson Hole, Wyoming.
Perdebatan di Kongres mengenai kenaikan plafon utang pemerintah mulai terlihat dari mata uang AS dengan anggota parlemen diperkirakan hanya memiliki waktu dua pekan untuk menyetujui sebuah kesepakatan ketika mereka kembali pada September.
Namun, dengan perdagangan yang menipis pada pekan-pekan terakhir musim liburan Eropa dan libur akhir pekan di pusat perdagangan mata uang utama dunia berharap akan lebih banyak tanda-tanda pengurangan neraca Fed membuat greenback lebih tinggi.
Yellen akan memberikan pidato pada pukul 14.00 GMT, diikuti oleh Kepala Bank Sentral Eropa Mario Draghi pada pukul 19.00 GMT. USD sendiri menguat terhadap euro sebesar 0,17% ke level 1,1784 dan naik sekitar 0,1% terhadap yen ke level 109,64.
USD bersiap untuk turun 0,3% terhadap yen pada pekan ini, setelah tergelincir ke level 108.635 usai adanya ketegangan geopolitik yang berasal dari Semenanjung Korea. Fokus investor untuk saat ini telah bergeser dari geopolitik dan gejolak politik di Washington terhadap kebijakan moneter.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama juga naik 0,1% pada level 93,382 setelah mengalami kenaikan 0,15% semalam di belakang kenaikan imbal hasil AS Treasury.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini menguat ke level Rp13.349/USD dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.355/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.344/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.347/USD. Mata uang garuda sendiri berada di kisaran harian Rp13.339-Rp13.353/USD.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini berada di posisi Rp13.349/USD atau sedikit melemah dari sebelumnya yang berada di level Rp13.347/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.332-Rp13.353/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah sore ini tertahan di level Rp13.348/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.354/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (25/8/2017), USD menguat lebih tinggi terhadap yen dan euro karena para pelaku pasar fokus pada Gubernur Federal Reserve Janet Yellen akan berjanji untuk terus maju dengan rencana kebijakan moneter yang lebih ketat. Dia berbicara pada pertemuan para bankir sentral di Jackson Hole, Wyoming.
Perdebatan di Kongres mengenai kenaikan plafon utang pemerintah mulai terlihat dari mata uang AS dengan anggota parlemen diperkirakan hanya memiliki waktu dua pekan untuk menyetujui sebuah kesepakatan ketika mereka kembali pada September.
Namun, dengan perdagangan yang menipis pada pekan-pekan terakhir musim liburan Eropa dan libur akhir pekan di pusat perdagangan mata uang utama dunia berharap akan lebih banyak tanda-tanda pengurangan neraca Fed membuat greenback lebih tinggi.
Yellen akan memberikan pidato pada pukul 14.00 GMT, diikuti oleh Kepala Bank Sentral Eropa Mario Draghi pada pukul 19.00 GMT. USD sendiri menguat terhadap euro sebesar 0,17% ke level 1,1784 dan naik sekitar 0,1% terhadap yen ke level 109,64.
USD bersiap untuk turun 0,3% terhadap yen pada pekan ini, setelah tergelincir ke level 108.635 usai adanya ketegangan geopolitik yang berasal dari Semenanjung Korea. Fokus investor untuk saat ini telah bergeser dari geopolitik dan gejolak politik di Washington terhadap kebijakan moneter.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama juga naik 0,1% pada level 93,382 setelah mengalami kenaikan 0,15% semalam di belakang kenaikan imbal hasil AS Treasury.
(izz)