Disanksi AS, Venezuela Siap Ekspor Minyak ke Negara Lain
Selasa, 29 Agustus 2017 - 03:13 WIB
Disanksi AS, Venezuela Siap Ekspor Minyak ke Negara Lain
A
A
A
CARACAS - Menanggapi sanksi lanjutkan Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada akhir pekan kemarin, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa analisis awal menunjukkan sanksi baru finansial yang menurutnya dipaksakan oleh AS bakal mengakibatkan terhentinya ekspor minyak ke Negeri Paman Sam -julukan AS- tersebut.
Seperti dilansir BBC, Trump melarang warga Amerika untuk berurusan dengan utang dan saham baru yang dikeluarkan pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara itu. Di sisi lain, Maduro melontarkan kecaman terhadap sanksi AS tersebut yang menurutnya sebagai tindakan agresi yang ilegal. "Venezuela akan pernah menyerah kepada kekuasaan besar," katanya.
Sanksi Trump diyakini bakal memaksa penutupan Citgo Petroleum, yang merupakan perusahaan minyak milik Venezuela dengan basis mendapatkan subsidi dari AS. Meski begitu sebelumnya disebutkan serangkaian sanksi bidang keuangan itu tidak menyebut-nyebut soal pemutusan impor minyak AS dari Venezuela, yang bisa berdampak penting bagi perekonomian Karakas maupun para pengilang minyak AS.
Sementara Maduro menambahkan bahwa keputusan tersebut bakal membuat pengeluaran besar bagi warga negara Amerika serta mempengaruhi investasi perusahaan-perusahaan AS. Venezuela sendiri menegaskan siap menjual minyak ke negara lain, akibat sanksi AS. "Kami tidak akan mempunyai masalah menjual minyak kami pasar lain," tambahnya.
Sebagai informasi pekan lalu, departemen keuangan AS memberlakukan sanksi terhadap 13 pejabat tinggi Venezuela termasuk kepala Dewan Pemilih dan mantan bendahara perusahaan minyak negara PDVSA. Karena Venezuela mengandalkan ekspor minyak sebesar 95% dari pendapatannya, para tokoh oposisi telah memperingatkan bahwa sanksi yang lebih luas yang menargetkan industri minyak dapat memperburuk krisis sosial dan ekonomi yang dihadapi negara tersebut.
Sanksi ke pejabat itu merupakan sanksi lanjutan, setelah pada Jumat pekan lalu, lembaga legislatif Venezuela bersama dengan semua mitra Partai Sosialis dan angkatan bersenjata berupaya mengubah konstitusi negara tersebut. Pada sanksi tersebut, pemerintah AS akan membekukan aset delapan pejabat Venezuela tersebut, serta melarang mereka bepergian ke AS atau melakukan bisnis dengan warga AS.
Seperti dilansir BBC, Trump melarang warga Amerika untuk berurusan dengan utang dan saham baru yang dikeluarkan pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara itu. Di sisi lain, Maduro melontarkan kecaman terhadap sanksi AS tersebut yang menurutnya sebagai tindakan agresi yang ilegal. "Venezuela akan pernah menyerah kepada kekuasaan besar," katanya.
Sanksi Trump diyakini bakal memaksa penutupan Citgo Petroleum, yang merupakan perusahaan minyak milik Venezuela dengan basis mendapatkan subsidi dari AS. Meski begitu sebelumnya disebutkan serangkaian sanksi bidang keuangan itu tidak menyebut-nyebut soal pemutusan impor minyak AS dari Venezuela, yang bisa berdampak penting bagi perekonomian Karakas maupun para pengilang minyak AS.
Sementara Maduro menambahkan bahwa keputusan tersebut bakal membuat pengeluaran besar bagi warga negara Amerika serta mempengaruhi investasi perusahaan-perusahaan AS. Venezuela sendiri menegaskan siap menjual minyak ke negara lain, akibat sanksi AS. "Kami tidak akan mempunyai masalah menjual minyak kami pasar lain," tambahnya.
Sebagai informasi pekan lalu, departemen keuangan AS memberlakukan sanksi terhadap 13 pejabat tinggi Venezuela termasuk kepala Dewan Pemilih dan mantan bendahara perusahaan minyak negara PDVSA. Karena Venezuela mengandalkan ekspor minyak sebesar 95% dari pendapatannya, para tokoh oposisi telah memperingatkan bahwa sanksi yang lebih luas yang menargetkan industri minyak dapat memperburuk krisis sosial dan ekonomi yang dihadapi negara tersebut.
Sanksi ke pejabat itu merupakan sanksi lanjutan, setelah pada Jumat pekan lalu, lembaga legislatif Venezuela bersama dengan semua mitra Partai Sosialis dan angkatan bersenjata berupaya mengubah konstitusi negara tersebut. Pada sanksi tersebut, pemerintah AS akan membekukan aset delapan pejabat Venezuela tersebut, serta melarang mereka bepergian ke AS atau melakukan bisnis dengan warga AS.
(akr)
Lihat Juga :