Divestasi 51% Saham Freeport Direspons Negatif Investor AS

Rabu, 30 Agustus 2017 - 16:40 WIB
Divestasi 51% Saham...
Divestasi 51% Saham Freeport Direspons Negatif Investor AS
A A A
JAKARTA - Tercapainya kesepakatan antara PT Freeport McMoran yang merupakan induk perusahaan dari Freeport Indonesia dengan pemerintah terkait perpanjangan izin operasional di tambang Grasberg hingga tahun 2041 dan divestasi (melepas sebagian) saham menurut analis direspon negatif pelaku pasar di bursa saham Amerika Serikat (AS). Namun, tidak halnya dengan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru mengalami kenaikan.

"Mengapa hal tersebut terjadi? Hal ini dikarenakan, seperti yang disampaikan di atas, di mana pelaku pasar AS melihat bahwa adanya kesepakatan baru tersebut dapat membawa implikasi pada perubahan operasional kinerja Freeport," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (30/8/2017).

(Baca Juga: Realisasi Divestasi 51% Saham Freeport Masih Tunggu PP )

Reza menyampaikan, pelaku pasar khawatir, nantinya biaya yang akan menjadi beban Freeport akan meningkat dan pengendalian atas tambang di Papua akan berkurang dengan adanya kesepakatan divestasi 51% tersebut. Dengan adanya keputusan tersebut, maka hasil dari penambangan akan berkurang. "Jadi, dengan berkurangnya pemasukan pada Freeport akan berpengaruh pada kinerja nantinya," katanya.

(Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Penerimaan Negara dari Freeport Lebih Besar )

Sementara, hubungannya dengan ANTM, seperti yang kita ketahui bahwa antara ANTM dan Freeport termasuk penambang logam. Kedekatan bisnis yang dilakukan tersebut ternyata juga diwujudkan dengan adanya kerjasama antara ANTM, Freeport Indonesia serta PT Smelting untuk membangun precious metal refinery.

"Ini adalah pabrik pengolahan anoda slime menjadi dore, atau bahan emas lantakan di Gresik, Jawa Timur. Proyek tiga perusahaan yang kelak memiliki kapasitas pengolahan sebanyak 6.000 ton anoda slime per tahun ini, berada satu komplek dengan smelter baru Freeport di Gresik yang akan dibangun," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Beroperasi Lebih...
Smelter Beroperasi Lebih Cepat, CEO Freeport-McMoRan Turun Langsung ke Gresik
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
5 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
3 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved