Tren Digitalisasi Tumbuhkan Bisnis Waralaba

Rabu, 30 Agustus 2017 - 18:59 WIB
Tren Digitalisasi Tumbuhkan...
Tren Digitalisasi Tumbuhkan Bisnis Waralaba
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Waralaba dan Lisensi lndonesia (WALI) menilai maraknya aplikasi digital mampu menumbuhkan bisnis waralaba terutama pada sektor makanan dan minuman. Ketua Umum WALI Levita Supit mengatakan, trend digitalisasi pada merek waralaba seperti e-commerce atau marketplace semakin diminati.

Menurutnya dampak dari digitalisasi tersebut memberikan multiplier effect kepada sektor bisnis lainnya seperti Iogistik dan jasa pengiriman barang. "Kami melihat tren digitalisasi akan semakin meningkat di masa mendatang yang di dorong oleh permintaan pasar yang kuat," ujarnya Levita yang juga sebagai Ketua Komite Tetap Kadin bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan di Jakarta kemarin.

Ia menambahkan, bisnis waralaba masih direspons baik oleh masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Peningkatan bisnis waralaba dari tahun ke tahun biasanya sekitar 5-10%. "Dari tahun ke tahun tentu ada peningkatan. Di tahun ini ada peningkatan namun tidak sebesar dari tahun lalu," ungkapnya.

Terang Levita, prospek bisnis waralaba Indonesia sangat potensial sehingga banyak waralaba asing yang mengincar masuk ke pasar dalam negeri. Meski begitu, WALI tetap mendorong waralaba lokal untuk bisa Go global dengan memberikan pelatihan bagi pelaku usaha waralaba yang ingin melebarkan sayap ke kancah internasional. "Ke depannya, bisnis waralaba akan semakin berkembang karena dampak digitalisasi ini sehingga menaikkan omzet bisnis waralaba," tuturnya.

Sementara Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengatakan, hanya segelintir merek waralaba Indonesia yang dikenal di luar negeri. Beberapa di antaranya hanya dikenal sebagai makanan seperti rendang dan satai.

"Sekarang sulit membuat merek kita masuk ke pasar internasional. Dengan adanya pameran bisnis Franchise & License Expo Indonesia, Café & Brasserie Indonesia dan Retail Solution Expo Indonesia, kami melihat begitu banyak peluang untuk melahirkan pengusaha waralaba baru dari berbagai sektor, termasuk F&B, serta e-commerce," ungkapnya.

Pameran yang diselenggarakan oleh Reed Panorama Exhibitions (RPE) ini menawarkan solusi bisnis yang terintegrasi dan terlengkap baik bagi pihak investor maupun pengusaha yang bergerak di ketiga industri tersebut. Sebanyak 5 paviliun negara, serta 450 brand dari 18 negara ikut serta dalam pameran yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada 8-10 September 2017.

General Manager Reed Panorama Exhibitions James Boey mengatakan, Franchise & License Expo Indonesia telah memasuki edisi ke 15, dimana tahun ini acara ini diselenggarakan bersamaan dengan Café & Brasserie Indonesia & RetaiI Sqution Expo Indonesia.

"Penyelenggaraan pameran ini setiap tahunnya merupakan upaya tiada henti kami untuk selalu mendukung perkembangan industri waralaba di tanah air. Hadirnya 450 brand dari 18 negara dan paviliun dari 5 negara membuktikan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi pengembangan usaha dan para pelaku usaha waralaba Indonesia telah siap untuk Go International," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pameran Waralaba FLEI...
Pameran Waralaba FLEI 2024 Bakal Digelar di Jakarta, Catat Tanggalnya
Indonesia Franchise...
Indonesia Franchise Week Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba Indonesia
Optimistis Sambut Tahun...
Optimistis Sambut Tahun Baru, 87 Persen Pengusaha Waralaba Siap Ekspansi di 2022
Sangat Prospek, di Tengah...
Sangat Prospek, di Tengah Krisis, Waralaba Alfamart Tetap Bertumbuh
10 Franchise dengan...
10 Franchise dengan Film Terbanyak, Ada yang Sampai Ratusan
Permintaan Tinggi, Franchise...
Permintaan Tinggi, Franchise & License Expo Indonesia Hadir 2 Kali Tahun Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Jalan Terjal Para Gen...
Jalan Terjal Para Gen Z Terjebak Tren Doom Spending
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved