Jokowi: Sibuk Urus Saracen, Momentum Naikkan Investasi Hilang
Kamis, 31 Agustus 2017 - 13:18 WIB
Jokowi: Sibuk Urus Saracen, Momentum Naikkan Investasi Hilang
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini Indonesia memiliki momentum bagus untuk meningkatkan investasi di Tanah Air. Sayangnya, Indonesia kerap tak bisa melihat peluang tersebut karena sibuk dengan urusan sepele seperti sindikat penebar ujaran kebencian, Saracen.
(Baca: Jokowi Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XVI )
Dia mengatakan, Indonesia saat ini telah mendapat predikat negara layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat kelas dunia. Tak hanya itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Indonesia juga yang paling tinggi dibanding negara lain di dunia.
Sayangnya, momentum besar tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik untuk menjaring investasi masuk ke Indonesia. "Momentum sekarang ini kita miliki momentum yang bagus yang harus dimanfaatkan secepatnya. Tapi kita ini senangnya yang kayak Saracen gitu. Momentumnya malah lupa ini," katanya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Dengan segala prestasi yang diperoleh Indonesia, mantan Gubernur DKI Jakarta ini heran masih ada yang pesimis terhadap Indonesia. Bahkan, pengusaha disebut-sebut masih wait and see dengan kondisi perekonomian di Tanah Air.
"Saya tanya ke wartawan apa sih yang ditunggu. Ini pengusaha wait and see. Yang di wait apanya yang di see apanya lagi. Momentum ini saya sampaikan supaya tak ada lagi yang wait and see. Heran saya apa lagi peringkat EODB juga dari 102 ke 109 sekarang 91," imbuh dia.
Jokowi menambahkan, tingkat inflasi nasional dalam beberapa tahun juga semakin rendah. Tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-days Repo Rate) pun telah diturunkan 0,25 basis poins (bps) dari 4,75% menjadi 4,5%.
"Sebab itu, momentum ini harus dimanfaatkan betul jangan sampai lewat dan kita tidak mendapat apa-apa dari momentum yang biak ini," tandasnya.
(Baca: Jokowi Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XVI )
Dia mengatakan, Indonesia saat ini telah mendapat predikat negara layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat kelas dunia. Tak hanya itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Indonesia juga yang paling tinggi dibanding negara lain di dunia.
Sayangnya, momentum besar tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik untuk menjaring investasi masuk ke Indonesia. "Momentum sekarang ini kita miliki momentum yang bagus yang harus dimanfaatkan secepatnya. Tapi kita ini senangnya yang kayak Saracen gitu. Momentumnya malah lupa ini," katanya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Dengan segala prestasi yang diperoleh Indonesia, mantan Gubernur DKI Jakarta ini heran masih ada yang pesimis terhadap Indonesia. Bahkan, pengusaha disebut-sebut masih wait and see dengan kondisi perekonomian di Tanah Air.
"Saya tanya ke wartawan apa sih yang ditunggu. Ini pengusaha wait and see. Yang di wait apanya yang di see apanya lagi. Momentum ini saya sampaikan supaya tak ada lagi yang wait and see. Heran saya apa lagi peringkat EODB juga dari 102 ke 109 sekarang 91," imbuh dia.
Jokowi menambahkan, tingkat inflasi nasional dalam beberapa tahun juga semakin rendah. Tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-days Repo Rate) pun telah diturunkan 0,25 basis poins (bps) dari 4,75% menjadi 4,5%.
"Sebab itu, momentum ini harus dimanfaatkan betul jangan sampai lewat dan kita tidak mendapat apa-apa dari momentum yang biak ini," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :