GAPKI Bicara Sawit Berkelanjutan di Markas PBB New York

Sabtu, 02 September 2017 - 05:15 WIB
GAPKI Bicara Sawit Berkelanjutan...
GAPKI Bicara Sawit Berkelanjutan di Markas PBB New York
A A A
JAKARTA - Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono dijadwalkanberbicara tentang perkembangan sektor kelapa sawit Indonesia dalam forum resmi di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York Amerika Serikat, 6 September pekan depan. Selain tentang aspek ekonomi, Joko juga akan menjelaskan sikap dan posisi dunia usaha terkait isu-isu keberlanjutan di sektor pendulang devisa terbesar bagi negara.

"Selain berbicara secara resmi di PBB, kami juga akan melakukan sejumlah informal meeting dengan para pemangku kepentingan selama kunjungan ke Amerika Serikat ini," kata Joko Supriyono di Jakarta, Jumat (1/9/2017).

Kehadiran GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) dalam pertemuan tingkat tinggi di PBB ini, adalah atas undangan UNDP (Program Pembangunan PBB) yang menggagas diskusi tentang isu keberlanjutan di sejumlah sektor ekonomi di negara berkembang.

Selain GAPKI, UNDP juga mengundang perwakilan pemerintah Republik Indonesia dalam forum tersebut. Selain Indonesia, juga ada perwakilan pemerintah dan dunia usaha dari Brazil dan Liberia.

Joko mengatakan, dengan sumbangan devisa mencapai USD18,5 miliar (sekitar Rp240 triliun), kelapa sawit adalah sektor strategis Indonesia. Apalagi sektor kelapa sawit menyerap lebih dari 5 juta tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah-wilayah pinggiran.

"Kami setuju bahwa tata kelola perkebunan kelapa sawit harus berkelanjutan. Di sinilah kita duduk bersama di PBB ini, seperti apa keberlanjutan sektor kelapa sawit yang ingin kita capai bersama," kata Joko.

Terkait kebakaran lahan, Joko menegaskan, koordinasi sangat baik telah dilakukan oleh pemerintah dan dunia sepanjang tahun ini. Hasilnya, tidak ada lagi laporan adanya titik api dari dalam konsesi perusahaan. "Dan bahkan seluruh anggota GAPKI telah ikut membantu pemerintah memadamkan api di luar konsesi perusahaan," katanya.

Selama ini, negara-negara Uni Eropa dan Amerika menyoroti tata kelola perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Meski demikian, permintaan minyak sawit dari kedua wilayah tersebut terus meningkat. Pada semester I tahun 2017, ekspor ke Uni Eropa mencapai 2,7 juta ton atau meningkat 42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,9 juta ton.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perusahaan Pengendali...
Perusahaan Pengendali Hama Tanaman Sawit Unjuk Gigi di Ajang IPOC 2023
Kabar Gembira bagi Pemilik...
Kabar Gembira bagi Pemilik Kebun Sawit, Harga CPO Tinggi hingga Pertengahan Tahun Depan
Isu Pengusaha-Buruh...
Isu Pengusaha-Buruh Jadi PR Besar di Industri Sawit
Cegah Karhutla, Menteri...
Cegah Karhutla, Menteri KLH Minta Pengusaha Kelapa Sawit Koordinasi dengan Gapki
Gapki Proyeksikan Ekspor...
Gapki Proyeksikan Ekspor Sawit Tahun Ini Capai Rp400 Triliun
Pemerintah Dorong Sertifikasi...
Pemerintah Dorong Sertifikasi ISPO Hulu-Hilir untuk Keberlanjutan Kelapa Sawit
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
23 menit yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
31 menit yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
36 menit yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
1 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved