Gapki Proyeksikan Ekspor Sawit Tahun Ini Capai Rp400 Triliun
Jum'at, 24 September 2021 - 18:30 WIB
loading...
Ekspor sawit tahun ini diyakini masih kuat dengan proyeksi mencapai nilai Rp400 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( Gapki ) memastikan sektor kelapa sawit akan tetap menjadi tulang punggung ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Klaim itu ditunjang kinerja industri sawit yang hingga Juli 2021 terus menunjukan tren positif, baik produksi, pasar domestik, maupun ekspor.
Bahkan, sampai dengan Juli 2021, ekspor sawit telah menyumbang sebesar USD18 miliar (sekitar Rp252 triliun), tumbuh 155% dibanding tahun 2020.
Baca Juga: Milenial Diminta Pertahankan Posisi RI Sebagai Raja Sawit Dunia
"Diperkirakan di tahun 2021, ekspor sawit akan mampu mencapai USD29 miliar atau sekitar lebih dari Rp400 triliun," ujar Ketua Umum Gapki Joko Supriyono dalam acara Gerakan Vaksinasi 7 Juta Warga Perkebunan dan Desa Produktif yang dilakukan secara virtual, Jumat (24/9/2021).
Joko menambahkan, operasional perkebunan sawit di tengah pandemi ini berjalan relatif normal dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Oleh karenanya, seluruh warga perkebunan, masyarakat desa sekitar perkebunan dan petani sawit yang merupakan bagian dari rantai pasok tetap mendapatkan penghasilan yang baik apalagi ditopang dengan harga TBS yang relatif tinggi.
Bahkan, sampai dengan Juli 2021, ekspor sawit telah menyumbang sebesar USD18 miliar (sekitar Rp252 triliun), tumbuh 155% dibanding tahun 2020.
Baca Juga: Milenial Diminta Pertahankan Posisi RI Sebagai Raja Sawit Dunia
"Diperkirakan di tahun 2021, ekspor sawit akan mampu mencapai USD29 miliar atau sekitar lebih dari Rp400 triliun," ujar Ketua Umum Gapki Joko Supriyono dalam acara Gerakan Vaksinasi 7 Juta Warga Perkebunan dan Desa Produktif yang dilakukan secara virtual, Jumat (24/9/2021).
Joko menambahkan, operasional perkebunan sawit di tengah pandemi ini berjalan relatif normal dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Oleh karenanya, seluruh warga perkebunan, masyarakat desa sekitar perkebunan dan petani sawit yang merupakan bagian dari rantai pasok tetap mendapatkan penghasilan yang baik apalagi ditopang dengan harga TBS yang relatif tinggi.
Lihat Juga :