BPTJ Siapkan Jalur Khusus Angkutan Umum Senayan - Bekasi Barat
Senin, 04 September 2017 - 18:32 WIB
BPTJ Siapkan Jalur Khusus Angkutan Umum Senayan - Bekasi Barat
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengelola dan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terus mendorong perpindahan dari angkutan pribadi ke transportasi massal. Salah satu langkah yang dilakukan, yakni uji coba penerapan Jalur Khusus Angkutan Umum (JKAU) dari Bekasi Barat hingga Bundaran Senayan pada Sabtu (2/9/2017).
Kemacetan yang kerap terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek khususnya dari Bekasi hingga Cawang memberikan efek arus barang dan penumpang terhambat setiap pagi maupun sore hari. Jalur semakin sempit karena adanya proyek infrastruktur yang sedang dikebut oleh Pemerintah seperti Light Rail Transit (LRT), Jalan tol Jakarta-Cikampek Eleveted dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, uji coba Jalur Khusus Angkutan Umum dilakukan agar pengendara kendaraan pribadi mau beralih ke transportasi massal. Sehingga, kepadatan kendaraan pribadi yang terjadi di ruas tol dari Bekasi hingga Cawang bisa terurai.
"Uji coba terakhir ini dilakukan setelah ujicoba sebelumnya pada 27 Juli hingga 3 Agustus. Hasilnya, positif. Hanya perlu perbaikan yang sifatnya lebih teknis di lapangan," ujar Bambang di Jakarta, Senin (4/9/2017).
Uji coba jalur khusus dilakukan dari Bekasi Barat (Megamall) hingga Bundaran Senayan dan begitu juga sebaliknya. Uji coba pagi hari dilakukan pada pukul 05.30 WIB-06.30 WIB, kemudian pada sore hari pada pukul 17.00 WIB-19.00 WIB.
Berdasarkan survai BPTJ, JKAU akan menggunakan ruang di bahu jalan yang diberi perkerasan jalan. Selain itu, karena alasan teknis, pada tahap ini ruang JKAU tidak bisa dibatasi dengan pembatas jalan beton, tapi hanya berupa marka jalan biasa. "Mengenai waktu penerapan (JKAU) nanti akan diumumkan oleh Bapak Menteri Perhubungan," pungkasnya.
Dia menambahkan untuk rute JKAU dari Bekasi, bus akan berhenti untuk menurunkan pengguna di halteu Komdak, Polda Metro Jaya, Gelora Bung Karno, Bundaran Senayan, Plaza Senayan dan Bursa Efek Indonesia.
Sebaliknya, dari Senayan bus akan masuk pintu Tol Semanggi kemudian keluar di Bakasi Barat (Megamall). Sebagaimana terlihat pada uji coba, diharapkan dengan menggunakan JKAU, waktu tempuh pada rute tersebut yang tadinya lebih dari 1 jam 45 menit menjadi 1 jam 15 menit.
Secara terpisah Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Herry Trisaputra Zuna menyambut baik langkah BPTJ Kemenhub yang menerapkan jalur khusus untuk angkutan umum di jalan tol. Menurutnya, jika uji coba tersebut berhasil, selanjutnya akan dilakukan pembahasan lagi mengenai penerapannya di lapangan.
"Saya kira uji coban ini positif. Namun kalau penerapannya permanen tentu harus dibahas lebih lanjut lagi bersama pengelola jalan tol," pungkasnya.
Kemacetan yang kerap terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek khususnya dari Bekasi hingga Cawang memberikan efek arus barang dan penumpang terhambat setiap pagi maupun sore hari. Jalur semakin sempit karena adanya proyek infrastruktur yang sedang dikebut oleh Pemerintah seperti Light Rail Transit (LRT), Jalan tol Jakarta-Cikampek Eleveted dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, uji coba Jalur Khusus Angkutan Umum dilakukan agar pengendara kendaraan pribadi mau beralih ke transportasi massal. Sehingga, kepadatan kendaraan pribadi yang terjadi di ruas tol dari Bekasi hingga Cawang bisa terurai.
"Uji coba terakhir ini dilakukan setelah ujicoba sebelumnya pada 27 Juli hingga 3 Agustus. Hasilnya, positif. Hanya perlu perbaikan yang sifatnya lebih teknis di lapangan," ujar Bambang di Jakarta, Senin (4/9/2017).
Uji coba jalur khusus dilakukan dari Bekasi Barat (Megamall) hingga Bundaran Senayan dan begitu juga sebaliknya. Uji coba pagi hari dilakukan pada pukul 05.30 WIB-06.30 WIB, kemudian pada sore hari pada pukul 17.00 WIB-19.00 WIB.
Berdasarkan survai BPTJ, JKAU akan menggunakan ruang di bahu jalan yang diberi perkerasan jalan. Selain itu, karena alasan teknis, pada tahap ini ruang JKAU tidak bisa dibatasi dengan pembatas jalan beton, tapi hanya berupa marka jalan biasa. "Mengenai waktu penerapan (JKAU) nanti akan diumumkan oleh Bapak Menteri Perhubungan," pungkasnya.
Dia menambahkan untuk rute JKAU dari Bekasi, bus akan berhenti untuk menurunkan pengguna di halteu Komdak, Polda Metro Jaya, Gelora Bung Karno, Bundaran Senayan, Plaza Senayan dan Bursa Efek Indonesia.
Sebaliknya, dari Senayan bus akan masuk pintu Tol Semanggi kemudian keluar di Bakasi Barat (Megamall). Sebagaimana terlihat pada uji coba, diharapkan dengan menggunakan JKAU, waktu tempuh pada rute tersebut yang tadinya lebih dari 1 jam 45 menit menjadi 1 jam 15 menit.
Secara terpisah Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Herry Trisaputra Zuna menyambut baik langkah BPTJ Kemenhub yang menerapkan jalur khusus untuk angkutan umum di jalan tol. Menurutnya, jika uji coba tersebut berhasil, selanjutnya akan dilakukan pembahasan lagi mengenai penerapannya di lapangan.
"Saya kira uji coban ini positif. Namun kalau penerapannya permanen tentu harus dibahas lebih lanjut lagi bersama pengelola jalan tol," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :