Kemenperin Berharap Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor Farmasi

Selasa, 05 September 2017 - 00:16 WIB
Kemenperin Berharap...
Kemenperin Berharap Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor Farmasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk melakukan pendalaman struktur di industri farmasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

“Jadi, sektor hulunya terus kami pacu sehingga bisa diproduksi di dalam negeri,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (4/9/2017).

Untuk mendorong pengembangan bahan baku farmasi di dalam negeri, pemerintah telah menyediakan beberapa insentif, salah satunya melalui fasilitas pajak penghasilan. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2016 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-daerah Tertentu.

Di samping itu, pemerintah juga gencar menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). Hal ini dikuatkan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang menginstruksikan kepada 12 kementerian dan lembaga dapat saling bersinergi dan mendukung dalam pengembangan industri farmasi dan bahan farmasi untuk mendorong kemandirian obat nasional.

Airlangga menyatakan, pihaknya terus mendorong industri farmasi untuk aktif melakukan kegiatan riset dan pengembangan yang berkesinambungan baik itu untuk bahan baku, proses maupun produk.

“Melalui riset dan pengembangan yang dilakukan, industri farmasi dalam negeri diharapkan dapat terus melakukan upaya menuju transformasi industri, dari sebelumnya merupakan industri formulasi menjadi industri yang dapat memproduksi bahan baku dan bahan antara,” terangnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kemenperin juga tengah memfokuskan pengembangan pendidikan vokasi yang berbasis kompetensi serta memiliki keterkaitan dan kesepadanan antara dunia pendidikan dengan industri. Sehingga menghasilkan tenaga kerja lokal yang berkualitas sesuai kebutuhan pasar saat ini.

"Dengan pendidikan vokasi, diharapkan akan mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompeten,” pungkas Airlangga.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
6 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
6 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
6 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
7 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
7 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
7 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved