Pembayaran Ganti Rugi Lahan Proyek Strategis Tunggu Restu DPR

Selasa, 05 September 2017 - 20:29 WIB
Pembayaran Ganti Rugi...
Pembayaran Ganti Rugi Lahan Proyek Strategis Tunggu Restu DPR
A A A
JAKARTA - Maski pembayaran ganti rugi lahan proyek strategis nasional (PSN) 2016 belum tuntas, namun Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sudah mulai ancang-ancang melunasi ganti rugi PSN 2017. Sayangnya, tahapan ini belum dapat dilakukan secepatnya.

(Baca: LMAN Cari Terobosan Percepat Pembayaran Tanah Proyek Strategis )

Diretur LMAN Rahayu Puspasari mengatakan, pencairan dana ganti rugi lahan proyek strategis nasional tahun ini belum bisa dilakukan. Sebab, masih menunggu rekomendasi pencairan dari Komisi XI DPR RI.

"2017 masih bergerak pencairannya. Haanya saja pencairannya menunggu persetujuan dari Komisi XI. Kalau disetujui maka pembayaran ganti rugi atau pembebasan proyek strategis nasional tahun ini sudah bisa dilakukan," ujarnya di Jakarta, Selada (5/8/2017).

Dia menambhakan, tahun ini berbeda dengan 2016, di mana pada tahun lalu hanya konsentrasi di proyek jalan tol nasional. Maka, tahun ini termasuk PSN non jalan tol. Di antaranya, ada 24 bendungan, satu pelabuhan, tiga kereta api, dan sisanya 29 ruas jalan tol.

"Ini tahun pertama untuk proyek non jalan tol. Makanya saat ini sinergisitas program tata kelola percepatan pengadaan lahan proyek nasional ini sangat penting," tegas dia.

Dalam kesempetan itu, Rahayu juga menemabhaka, syarat pencairan diupayakan semudah dan secepat mungkin. Artinya, proyek dikerjakan setelah 75% pembebasan baru dapat dikerjakan konstruksi.

"Namun ketika bicara likuiditas BUJT-nya kuat tidak untuk tidak nunggu uang dari LMAN. Kalau kuat bisa langsung dikerjakan. Makin cepat makin baik dilakukan pembayaran. Makin cepat pembangunan juga makin baik," jelasnya.

(Baca: LMAN Tuntaskan Pembayaran 9,745 Bidang Lahan Jalan Tol )

Bahkan, ada kebijakan jika syarat utama pencairan belum dipenuhi, namun selama ada rekomendasi dari BPKP maka akan dilakukan pencairan.

"Kunci sukses sinergitas ini adalah komitmen akan dapat dilakukan lebih cepat. Saling berkompromi untuk bisa mengawal pembayaran demi pembayaran. Apalagi 2017 beban Rp32 triliun, kalua tidak segera maka akan sulit selesaikan," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Progres Pengerjaan Jalan...
Progres Pengerjaan Jalan Tol di Sumut Masih Terkendala Pembebasan Lahan
Warga Perumahan Wismamas...
Warga Perumahan Wismamas Minta Kejelasan Pembebasan Lahan Tol Cijago
Butuh Lahan Banyak Buat...
Butuh Lahan Banyak Buat Tol, KemenPUPR Tuntut Inovasi Pembebasan Lahan
Pembebasan Lahan Gerbang...
Pembebasan Lahan Gerbang Tol Dalam Kota Salatiga Tuntas Desember 2020
Negara Habiskan Rp80,2...
Negara Habiskan Rp80,2 Triliun Buat Pembebasan Lahan
Pembebasan Lahan Tol...
Pembebasan Lahan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Mencapai 64,65 Persen
Berita Terkini
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
11 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
20 menit yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
1 jam yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
2 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
2 jam yang lalu
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved