Saran DPR ke Pemerintah agar Ekonomi RI 2018 Tumbuh 5,4%

Kamis, 07 September 2017 - 12:54 WIB
Saran DPR ke Pemerintah...
Saran DPR ke Pemerintah agar Ekonomi RI 2018 Tumbuh 5,4%
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun meminta pemerintah lebih konsisten dalam membangun pertumbuhan ekonomi tahun depan yang dipatok sebesar 5,4% dalam RAPBN 2018. Dia juga mempertanyakan seberapa kuat pemerintah membangun kredibilitas APBN.

Menurutnya, APBN yang kredibel adalah yang bisa diterima pasar dan rasional menurut perhitungan mereka. Karena, pembentukan APBN bukan keputusan semata tapi keputusan bersama.

"Saya yakin 5,4% dasar pertimbangan yang matang, karena tahun ini adalah tahun keempat pemerintah Presiden Jokowi. Dengan target pertumbuhan ekonomi yang demikian, perlu didalami dan penguatan untuk membangun pasar," ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, ada beberapa cara untuk dapat tumbuh 5,4%, salah satunya penerimaan pajak yang kuat. "Tapi pertumbuhan pajak kita 9,3% jauh dari sebelumnya 10% sampai 12%. Kalau penerimaan pajak tinggi maka pemerintah tak perlu lakukan self blocking dan pemotongan anggaran," imbuhnya.

Lalu inflasi, menurut dia, perlu keyakinan dari pemerintah. Karena pertumbuhan yang tinggi tanpa adanya inflasi yang tinggi tidak menghasilkan apapun.

"Saya ingin sampaikan kepada pemerintah seperti satgas ketahanan pangan harus dibicarakan dalam rapat pemerintah supaya pasar tidak kontraksi pada hukum. Yang ada bukan upaya persuasif," imbuh Misbakhun.

Lalu untuk nilai tukar, perlu adanya upaya sungguh-sungguh dan diusahakan untuk membuat sanksi bagi yang menggunakan menggunakan sumber daya alam (SDA) Indonesia namun memarkir dananya di luar negeri.

"Jadi ini perlu dilakukan untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar. Kemudian untuk suku bunga, seharusnya turun. Imbal balik seharusnya bisa diterima," ujarnya.

Selain itu, terkait utang, Misbakhun meminta pemerintah menerapkan strategi dalam menerima imbal balik yang jelas. "Selama ini belum pernah kita menunda imbal bayar dan ini jadi kesempatan bagi kita untuk terbitkan surat utang dengan yield yang lebih rendah," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sepakati Asumsi RAPBN...
Sepakati Asumsi RAPBN 2021, Kesehatan-Ekonomi Jadi Prioritas
Ramalan Jokowi: Ekonomi...
Ramalan Jokowi: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh 5,5%
Perry Warjiyo Lebih...
Perry Warjiyo Lebih Pede dari Pemerintah Soal Pertumbuhan Ekonomi RI di 2021
Airlangga Ungkap Alasan...
Airlangga Ungkap Alasan Jokowi Bilang Ekonomi RI Segar
Kemenpora Diminta Segera...
Kemenpora Diminta Segera Selesaikan Tertundanya Honor Panpel AG 2018
Usulan Asumsi Dasar...
Usulan Asumsi Dasar Makro 2025: Ekonomi RI Tumbuh 5,1-5,5%, Rupiah Rp15.300-Rp16.000/USD
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved