Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Meleset dari Target APBNP 2017

Kamis, 07 September 2017 - 15:20 WIB
Sri Mulyani Ramal Ekonomi...
Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Meleset dari Target APBNP 2017
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan prognosa untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini hingga akhir tahun ini hanya bisa mencapai 5,17%. Padahal sebelumnya dalam APBN-P 2017, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2%.

Ketidakyakinan ini, didasari kondisi ekonomi Indonesia yang masih naik turun sepanjang tahun ini, meskipun telah mengarah ke stabil. (Baca: Saran DPR ke Pemerintah agar Ekonomi RI 2018 Tumbuh 5,4% )

"Kalau di dalam prognosis dua kuartal ke depan, dari Kemenkeu kita melihat down side dan up side yang paling optimistis 2017 kita mendekat 5,17% sampai akhir tahun," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, ada beberapa catatan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut. Terutama, kontribusi konsumsi rumah tangga di semester II/2017 sebesar 5%.

"Beberapa bulan kita mengalami deflasi, kemudian jika deflasi daya beli masyarakat tidak tergerus, dan dengan pemerintah akselerasi berbagai program, maka daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Sehingga kontribusinya bisa 5%," ujar dia.

Selain itu, untuk kontribusi dari sisi investasi untuk sepanjang 2017 juga diperkirakan berada di level 5,2%. Untuk mencapai itu kontribusi investasi terhadap PDB di sepanjang semester II/2017 harus mencapai 5,4%, sebab di semester I/2017 hanya 5,1%.

Meski demikian, hingga saat ini kontribusi dari sektor investasi memang berat. Apalagi menurut data perbankan penyaluran kredit untuk dunia usaha diperkirakan melambat tahun ini.

"Pertumbuhan kredit tahun ini diharapkan 12%, tapi realisasinya tidak setinggi itu. Ini menggambarkan kenapa investasi dalam komponen pertumbuhan ekonomi untuk dua kuartal tahun ini lebih rendah, meskipun kita dapat up size dari ekspor," kata Sri Mulyani.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved