IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Perhatikan 8 Saham Ini
Jum'at, 08 September 2017 - 08:10 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Perhatikan 8 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan kembali mencoba menguat terbatas dengan range pergerakan pada level 5.810-5.860.
Dia mengatakan, IHSG secara teknikal terkonsolidasi positif pada level MA50 dan bullish trend line. Indikasi positif jangka pendek masih memiliki probabilitas yang cukup besar.
"Indikator stochastick terkonfirmasi membentuk signal penguatan setelah golden-cross pada level oversold. Momentum dari indikator RSI yang cenderung flat menjadi penahan penguatan," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/9/2017).
Sementara, IHSG kemarin pun bergerak fluktuatif sempat tertekan hingga kembali menguji support 5.800, namun berhasil ditutup menguat 8,17 poin di level 5.835,87 dengan volume perdagangan yang cukup ramai.
Indeks sektor industri dasar, trading dan keuangan menjadi pendorong setelah sebelumnya tertekan oleh indeks aneka industri dan pertambangan sejak awal sesi perdagangan.
"Saham ASII tertekan seiring besarnya net sell investor asing setelah beberapa research mendowngrade target harga. Investor asing kembali tercatat net sell Rp940,96 miliar," pungkasnya.
Pihaknya merekomendasikan beberapa saham yang perlu untuk dicermati di antaranya saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Selain itu, perlu juga untuk memperhatiakn saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).
Dia mengatakan, IHSG secara teknikal terkonsolidasi positif pada level MA50 dan bullish trend line. Indikasi positif jangka pendek masih memiliki probabilitas yang cukup besar.
"Indikator stochastick terkonfirmasi membentuk signal penguatan setelah golden-cross pada level oversold. Momentum dari indikator RSI yang cenderung flat menjadi penahan penguatan," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/9/2017).
Sementara, IHSG kemarin pun bergerak fluktuatif sempat tertekan hingga kembali menguji support 5.800, namun berhasil ditutup menguat 8,17 poin di level 5.835,87 dengan volume perdagangan yang cukup ramai.
Indeks sektor industri dasar, trading dan keuangan menjadi pendorong setelah sebelumnya tertekan oleh indeks aneka industri dan pertambangan sejak awal sesi perdagangan.
"Saham ASII tertekan seiring besarnya net sell investor asing setelah beberapa research mendowngrade target harga. Investor asing kembali tercatat net sell Rp940,96 miliar," pungkasnya.
Pihaknya merekomendasikan beberapa saham yang perlu untuk dicermati di antaranya saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Selain itu, perlu juga untuk memperhatiakn saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).
(izz)
Lihat Juga :