Cara Sri Mulyani Pacu Pertumbuhan Ekonomi 5,4% Tahun Depan

Senin, 11 September 2017 - 17:26 WIB
Cara Sri Mulyani Pacu...
Cara Sri Mulyani Pacu Pertumbuhan Ekonomi 5,4% Tahun Depan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memiliki beberapa cara agar target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah sebesar 5,4% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dapat tercapai. Menurutnya salah satu langkah yang dibutuhkan adalah bagaimana mendorong kredit perbankan.

"Tahun ini saja untuk mencapai 5,2% masih harus dipacu sektor perbankan, terutama dari kredit growth. Kalau untuk 5,4% kredit bank harus lebih tinggi lagi. Diperkirakan perbankan harus mencapai Rp483 triliun untuk mencapai growth 5,4%. Dibandingkan dengan 2017 yang diperkirakan 5,2% sebesar Rp370 triliun," papar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu di Jakarta, Senin (11/9/2017).

(Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Tantangan Terberat Pertumbuhan Ekonomi RI )

Selanjutnya, Ia menerangkan hal lain yang perlu dipacu lebih tinggi lagi yaitu capital spending dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Menurutnya hingga saat ini masih terus dikoordinasikan dengan kementerian BUMN untuk menstabilkan neraca perumbuhan dalam hal ekspansi.

"Kita tetap berkoordinasi dengan menteri BUMN, dan informasikan untuk capai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini. Maka BUMN perlu mengoptimalkan neracanya dalam ekspansi balance sheet nya," ungkap Sri Mulyani.

Sambung dia ada juga yang harus diperhatikan seperti, dari sektor pasar modal dan penanaman modal langsung dalam dan luar negeri, dan internal dari korporasi. Jika dilihat dari pasar modal, prospek ekonomi tetap baik. terang dia. Menurutnya capital market tetap akan berkontribusi, list dari perusahaan IPO dan rights issue sehingga capital market dari sisi investasi menyumbang Rp855 triliun.

"Kemudian PMA dan PMDN apabila growth sesuai dengan kinerja 2015-2016, untuk 2017 share 14,5% tumbuh tetap kuat, dan upaya pemerintah untuk menjaga iklim investasi. Maka PMA, PMDN mampu berkontribusi terhadap capital spending Rp799 triliun," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
2 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved