Pemerintah Diminta Hapus Premium

Senin, 11 September 2017 - 23:23 WIB
Pemerintah Diminta Hapus...
Pemerintah Diminta Hapus Premium
A A A
JAKARTA - Center of Energy and Resources Indonesia meminta pemerintah menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Tidak semata-mata karena Tim Tata Kelola Migas sudah merekomendasikan penghapusan Premium pada akhir 2017, namun karena adanya ketentuan baru tentang Euro-4. BBM Euro 4 kualitasnya lebih bagus, bersih dan ramah lingkungan. Sementara premium kandungan timbalnya tinggi.

"Mumpung harga minyak dunia sedang rendah, kita tunggu keberanian pemerintah. Ini adalah goodwill dari pemerintah. Berani atau tidak, pemerintah mengambil sikap," kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia, Yusri Usman di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Hal lain yang harus menjadi pertimbangan pemerintah, lanjut Yusri, adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 yang mewajibkan penerapan Euro-4. Indonesia sendiri saat ini masih menggunakan standar Euro 2 yang diterapkan sejak 2005.

"Tahun depan, kita sudah masuk Euro-4. Padahal untuk Euro-2 saja, Premium tidak memenuhi syarat," kata Yusri.

Melihat berbagai kondisi tersebut, pemerintah memang harus tegas mengambil sikap. Terlebih, lanjut Yusri, saat ini Pertamina sudah memproduksi Pertalite yang memiliki kualitas baik dengan harga terjangkau.

Dengan adanya Pertalite, selain bisa menjadi solusi atas penghapusan Premium, juga bisa memperkecil varian BBM di berbagai SPBU, yang kerap mempersulit pengusaha SPBU bersangkutan, karena keharusan menyediakan banyak dispenser.

Apalagi saat ini Premium sudah tidak ada lagi di pasar internasional. Sehingga, menurut Yusri, memaksakan mengimpor Premium menjadi pemicu maraknya mafia migas berupa impor BBM. Maklum, jika di pasar internasional sudah tidak ada yang memproduksi, namun ternyata masih ada impor Premium oleh Indonesia hal tersebut merupakan keanehan.

Kebijakan pemerintah yang masih mempertahankan Premium memang banyak dipertanyakan. Terlebih, meski bukan BBM bersubsidi namun harga Premium masih ditetapkan pemerintah. Selain itu, Premium juga kalah bersaing dengan Pertalite maupun Pertamax.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masih Pakai Premium,...
Masih Pakai Premium, RI Masuk 7 Negara Penjual BBM Tak Ramah Lingkungan
Panjang Umur, BBM Jadul...
Panjang Umur, BBM Jadul Premium Dipastikan Tidak Hilang
Mulai 1 Februari 2023,...
Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik
Pertamina Melakukan...
Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga BBM, Cek Daftarnya
Resmi Turun! Ini Daftar...
Resmi Turun! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax
Premium dan Pertalite...
Premium dan Pertalite Dihapus, Pemerintah Tetap Harus Subsidi BBM
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
41 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
46 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved