Harga Minyak Dunia Turun di Perdagangan Asia

Selasa, 12 September 2017 - 08:56 WIB
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun di Perdagangan Asia
A A A
SEOUL - Harga minyak dunia turun tipis di awal perdagangan Asia pada hari ini, karena para pedagang mempertimbangkan dampak Badai Irma dan kilang kembali beroperasi setelah Badai Harvey yang seharusnya mengarah pada pemrosesan minyak mentah lebih banyak.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/9/2017), harga minyak brent, patokan harga minyak internasional turun 8 sen atau 0,2% menjadi USD53,76 per barel pada pukul 01.08 GMT dari penutupan sebelumnya. Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) juga turun 3 sen atau 0,1% menjadi USD48,04 per barel.

Kilang AS terbesar di AS, Motiva Enterprises MOTIV.UL, telah mulai kembali beroperasi. Motiva memulai kembali produksi pada Senin setelah ditutup selama sekitar dua pekan karena Badai Harvey merobek pantai Teluk AS.

Setelah terjadi Badai Harvey, Badai Irma melanda Florida pada Minggu, dan 7,4 juta rumah dikosongkan serta bisnis tanpa adanya kekuatan, namun sejak itu diturunkan menjadi badai tropis.

Sebuah jajak pendapat awal Reuters menunjukkan, persediaan minyak mentah AS kemungkinan meningkat pekan lalu, sementara stok produk olahan diperkirakan akan menurun.

Enam analis yang disurvei menjelang laporan persediaan dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) dan Departemen Energi AS mengenai Informasi Administrasi Energi (EIA) memperkirakan, rata-rata minyak mentah kemungkinan naik 2,3 juta barel pada pekan yang berakhir 8 September.

Di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih melakukan pembicaraan dengan rekan-rekannya di Venezuela, Kazakh tentang kemungkinan memperpanjang pemangkasan pasokan berlanjut setalah Maret 2018.

"Laporan perpanjangan perjanjian pemotongan produksi saat ini terus berputar-putar di sekitar pasar," kata bank ANZ dalam sebuah catatannya.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), di mana Arab Saudi menjadi pemimpin de facto, dan produsen lainnya termasuk Rusia, sepakat untuk mengekang produksi mereka sekitar 1,8 juta barel per hari sampai Maret mendatang.

Sekjen OPEC Mohammad Barkindo kemarin mengatakan, kesepakatan pemotongan pasokan diperkirakan akan membantu penyeimbangan pasar minyak global dan permintaan yang kuat dapat mengurangi persediaan minyak lebih lanjut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
2 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
2 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
3 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
4 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
5 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved