IHSG Diprediksi Mencoba Menguat, Cermati 5 Saham Ini
Kamis, 14 September 2017 - 08:15 WIB
IHSG Diprediksi Mencoba Menguat, Cermati 5 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed mencoba menguat pada perdagangan selanjutnya dengan range pegerakan 5.833-5.868.
Dia mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak break out MA20 dan MA5 namun tertahan pada level bullish trend dan MA50. "Indikator Stochastic terkonsolidasi pada zona overbought dengan indikasi dead-cross cukup kuat meskipun momentum pergerakan IHSG masih pada level middle oscilator," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/9/2017).
Sementara, IHSG kemarin dibuka cukup optimis, namun terjadi tekanan jual sesi kedua hingga ditutup turun 23,40 poin di level 5.848,97 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi.
Posisi investor asing tercatat net sell Rp498,75 miliar. Indeks sektor pertambangan terhempas signifikan pada penurunan terendah selama satu hari dalam setahun ini.
"Rencana pembuatan aturan khusus pada harga batu bara dalam negeri (DMO) oleh pemerintah karena usulan PLN mengenai pembangkit listrik membutuhkan bahan bakar yang harganya efesien. Berpotensi menurunkan harga batu bara dalam negeri. Saham PTBA, BUMI, dan ADRO memimpin pelemahan sektor pertambangan," terang dia.
Lanjar merekomendasikan beberapa saham yang perlu untuk dicermati, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Timah Tbk (TINS).
Dia mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak break out MA20 dan MA5 namun tertahan pada level bullish trend dan MA50. "Indikator Stochastic terkonsolidasi pada zona overbought dengan indikasi dead-cross cukup kuat meskipun momentum pergerakan IHSG masih pada level middle oscilator," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/9/2017).
Sementara, IHSG kemarin dibuka cukup optimis, namun terjadi tekanan jual sesi kedua hingga ditutup turun 23,40 poin di level 5.848,97 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi.
Posisi investor asing tercatat net sell Rp498,75 miliar. Indeks sektor pertambangan terhempas signifikan pada penurunan terendah selama satu hari dalam setahun ini.
"Rencana pembuatan aturan khusus pada harga batu bara dalam negeri (DMO) oleh pemerintah karena usulan PLN mengenai pembangkit listrik membutuhkan bahan bakar yang harganya efesien. Berpotensi menurunkan harga batu bara dalam negeri. Saham PTBA, BUMI, dan ADRO memimpin pelemahan sektor pertambangan," terang dia.
Lanjar merekomendasikan beberapa saham yang perlu untuk dicermati, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Timah Tbk (TINS).
(izz)
Lihat Juga :