Qatar Habiskan USD38 Miliar Sepanjang Krisis Teluk

Jum'at, 15 September 2017 - 18:43 WIB
Qatar Habiskan USD38...
Qatar Habiskan USD38 Miliar Sepanjang Krisis Teluk
A A A
DOHA - Qatar telah menggunakan dana sebesar USD38 miliar untuk mendukung kegiatan ekonomi, setelah diembargo oleh negara-negara teluk yang dipimpin Arab Saudi. Sektor perdagangan, pariwisata dan perbankan telah terkena dampak terburuk dari pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain sejak Juni, lalu menurut Moody's.

Seperti dilansir BBC, Jumat (15/9/2017) dalam laporan yang disampaikan lembaga pemeringkat tersebut juga memperkirakan bahwa telah terdapat dana sebesar USD30 miliar yang mengalir keluar dari perbankan dan diyakini penarikan besar masih akan terus berlanjut. Sebelumnya embargo dilakukan negara teluk, lantaran Qatar dituding memberikan dukungan terhadap organisasi teroris.

Meski begitu pemerintah Qatar membantah telah mendukung ekstrimis dan mengatakan langkah yang diambil Arab Saudi berserta sekutunya untuk mengisolasi Doha lebih bermotif politik. Diketahui pada 5 Juni lalu, Arab Saudi memutuskan untuk menutup semua hubungan dengan Qatar hingga kemudian diikuti oleh negara-negara teluk lainnya.

Perbatasan darat Qatar ditutup, pesawat dengan bendera Qatar atau yang melayani warga negara kaya minyak tersebut juga dilarang serta banyak bandara yang tertutup untuk pesawat yang berasal dari Doha hingga maskapai asing yang terbang ke dan dari Qatar. Meski mendapatkan tekanan besar, pemerintah Qatar menekankan masih mempunyai sumber daya yang cukup untuk mempertahankan ekonominya sepanjang krisis.

Pasar saham Qatar telah kehilangan 15% dari nilai pasar dalam 100 hari, atau terendah dalam 52 minggu ini. Emirate bank juga menghadapi biaya pendanaan yang lebih tinggi, ketika beberapa pemimpin Teluk memilih untuk tidak meneruskan deposito mereka. Moody's memperkirakan bahwa Qatar telah menggunakan dana sebesar USD38,5 triliun atau yang setara dengan 23% dari PDB untuk mendukung ekonomi dalam dua bulan pertama sejak krisis.

Lebih lanjut kondisi ini juga menjadi peringatakan bahwa sengketa diplomatik telah menciptakan ketidakpastian di kawasan Teluk dan bisa mempengaruhi pandangan kredit dari semua negara yang terlibat. "Level terburuk sengketa diplomatik antara negara-negara teluk belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menimbulkan ketidakpastian atas dampak sosial, ekonomi dan fiskal secara keseluruhan," jelas Wakil Presiden Moody's Steffen Dyck.

Moody's menambahkan peningkatan hutang, penerbitan hutang dari negara-negara GCC lain, dan meningkatnya suku bunga AS telah memberikan tekanan pada pengeluaran keuangan Bahrain sejak tahun 2014. Di sisi lain sebelumnya pemerintah Qatar mengklaim masih punya dana cadangan yang besar untuk menghadapi sanksi Arab Saudi dan sekutunya.

Gubernur Bank Sentral Qatar Sheikh Abdullah Bin Saoud al-Thani sempat mengatakan dana cadangan mereka berjumlah hingga USD340 miliar atau lebih dari Rp 4.500 triliun. Saoud merinci lebih lanjut. Sebanyak 40 miliar dolar AS dana cadangan Qatar dalam bentuk emas, sisanya dalam bentuk investasi yang bisa dicairkan kapan saja. Qatar sendiri merupakan negara paling kaya di dunia dengan GDP per kapita mencapai USD141.543.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perlu Antisipasi...
Pemerintah Perlu Antisipasi Efek Domino Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi
Mengembalikan Cengkeraman...
Mengembalikan Cengkeraman Ekonomi Negara Timur Tengah di Tengah Konflik Israel-Hamas
Kepentingan Ekonomi...
Kepentingan Ekonomi di Balik Perjanjian Damai Timur Tengah
Ketegangan Timur Tengah...
Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Harga Minyak Dunia Terkerek Naik
China Ingatkan Dunia,...
China Ingatkan Dunia, Krisis Timur Tengah Ancam Ekonomi Global
Prabowo Kunjungi Negara...
Prabowo Kunjungi Negara Timur Tengah, Konsultasi Terkait Kondisi Ekonomi Dunia
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
15 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
41 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
47 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
55 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved