Top Up Fee E-Money, BI Ambil Kesempatan di Atas Penderitaan

Senin, 18 September 2017 - 14:49 WIB
Top Up Fee E-Money,...
Top Up Fee E-Money, BI Ambil Kesempatan di Atas Penderitaan
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia keberatan dengan rencana Bank Indonesia (BI) membebankan biaya top up uang elektronik (e-money) kepada masyarakat. Kebijakan ini dinilai sebagai cara BI mengambil kesempatan di atas penderitaan orang lain.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Kyatmaja Lookman menegaskan pihaknya tidak setuju dengan rencana tersebut. Sebab, e-money sejatinya untuk menghemat biaya transaksi dan mengurangi kemacetan di jalan tol, bukan justru menjadi beban baru untuk masyarakat.

"Kita enggak setuju (masyarakat dibebankan biaya top up e-money). Sebenarnya kan e-money ini menghemat biaya transaksi. Juga untuk mengurangi kemacetan di antrian tol. Malah dijadikan beban," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (18/9/2017).

(Baca Juga: Aturan Top Up Fee E-Money Dinilai Bebankan Konsumen )

Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, maka BI telah mengambil kesempatan di atas penderitaan orang lain. Di satu sisi, masyarakat diminta menggunakan uang elektronik, namun di sisi lain justru dibebankan biaya.

"Ambil kesempatan diatas penderitaan orang itu namanya. Kita dipaksa pakai e-toll terus disuruh bayar. Kalau bicara abuse of power ya seperti ini," imbuh dia.

Meskipun pembebanan biaya top up e-money tidak terlalu signifikan pengaruhnya terhadap ongkos transportasi, namun dirinya mengaku tetap keberatan. Sebab, biaya yang harus dikeluarkan untuk tiap kali pengisian akan menjadi lebih besar.

"Sudah kita tambah repot mengisi, ada proses tambahan malah mau di bebani pula. Tidak siginifikan tapi justru biaya tiap kali pengisian ini lama-lama jadi banyak kan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MotionBanking Mengintegrasikan...
MotionBanking Mengintegrasikan Fitur e-Money dari MotionPay
BSI Pastikan Tidak Ada...
BSI Pastikan Tidak Ada Rush Money Saat Layanan Perbankan Terganggu
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
BRI Bantu Pelaku Bisnis...
BRI Bantu Pelaku Bisnis Money Changer Terdampak Corona
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Perkuat Inovasi Teknologi,...
Perkuat Inovasi Teknologi, BNC Bertekad Jadi Bank Digital Terdepan
Berita Terkini
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
50 menit yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
2 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
3 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved