Percepatan Rumah MBR Terbentur Kebijakan Daerah

Rabu, 20 September 2017 - 02:13 WIB
Percepatan Rumah MBR...
Percepatan Rumah MBR Terbentur Kebijakan Daerah
A A A
SURABAYA - Pengawasan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) harus bisa diawasi dengan ketat. Sebab, banyak daerah yang belum bisa menerapkan kebijakan pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan rumah MBR. Salah satunya dalam penerapan nilai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Apersi Jatim Soepratno menuturkan, pemerintah daerah sebenarnya memegang peranan penting untuk kelancaran program 1 juta rumah yang terus digeber oleh pemerintah pusat. Namun, beberapa kebijakan dari pemerintah pusat tak segera dijalankan untuk mempercepat pembangunan rumah MBR.

“Banyak pengembang yang akhirnya tak jadi membangun rumah MBR karena kebijakan di daerah. Harusnya ada pengawas dari pusat untuk memastikan penerapan kebijakan rumah murah bagi MBR,” ujar Soepratno, Selasa (19/9).

Ia melanjutkan, pendapatan daerah memang berkurang ketika BPHTB yang sebelumnya daerah dapat 5% turun menjadi 2,5%. Makanya sampai sekarang belum banyak pemerintah daerah yang menjalankan kebijakan tersebut. Makanya banyak kebijakan harus tertahan di daerah karena dianggap tak sejalan dengan konsep yang diusung oleh Pemda setempat.

“Memang perlu adanya monitoring yang dilakukan secara khusus, ini tentu akan membantu progress pembangunan rumah MBR. Langkah ini yang sebenarnya kami tunggu dari pemerintah untuk bisa memantau langsung kondisi di lapangan,” ucapnya.

Pada awal tahun, katanya, pihaknya sempat optimis untuk bisa membangun rumah MBR sesuai target. Pemerintah pun mulai bisa mengendalikan inflasi yang berdampak pada percepatan pembangunan rumah MBR. Makanya kemudahan di lapangan bisa diperoleh. Seperti pengajuan kredit kepemilikan rumah (KPR) sampai keringanan dalam pembayaran down payment (DP).

“Kami sempat optimis untuk merealisasi pembangunan 12.000 rumah bagi MBR yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jatim sepanjang 2017 ini. Jumlah target realisasi tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya yang mencapai 9.000 unit,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menuturkan, adanya Peraturan Pemerintah (PP) 64/2016 dan Permendagri Nomor 55/2017 tentang Pelaksanaan Perizinan dan Non-Perizinan Pembangunan Perumahan Bagi MBR di daerah dirasakan adanya bertentangan dengan peraturan pemerintah daerah.

Sampai saat ini, hanya Kota Jakarta saja yang telah menerapkan aturan PP 64 tentang MBR. Padahal, meskipun biaya BPHTB turun, tetapi sebenarnya dapat menggerakkan perekonomian, serta meningkatkan pendapatan daerah menjadi lebih tinggi.

“Kami akan menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) agar pemerintah daerah mau menerapkan aturan PP tersebut yang diperuntukkan pembangunan perumahan bagi MBR ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika pemerintah pusat dan daerah bisa selaras, maka pelaksanaan di lapangan bisa dipercepat. Target pembangunan rumah MBR pun bisa dilaksanakan dengan tempo yang relatis singkat. “Kami percaya ada perubahan untuk mempercepat pembangunan rumah MBR,” katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
32 menit yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
56 menit yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
1 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
12 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
13 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved