Jokowi Peringatkan RI terkait Perubahan Era Ekonomi Digital

Rabu, 20 September 2017 - 13:37 WIB
Jokowi Peringatkan RI...
Jokowi Peringatkan RI terkait Perubahan Era Ekonomi Digital
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingakan Indonesia akan adanya perubahan dan pergeseran pada sisi ketersediaan (supply) dan produksi akibat perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, terjadi revolusi sharing economy yang terjadi akibat hal tersebut.

(Baca: Jokowi Buka Indonesia Business and Development Expo 2017 )

Dia mencontohkan, dahulu masyarakat harus membeli mobil jika ingin mudah bepergian dengan kendaraan pribadi. Namun, kini hanya tinggal pesan via ponsel pintar (smartphone), maka akan datang mobil yang diinginkan.

"Dulu orang harus beli mobil, sekarang tinggal pesan di smartphone datanglah mobil. Pakai Gocar silakan, pakai Grabcar silakan, Uber silakan," katanya dalam acara Indonesia Businesss and Development Expo (IBDExpo) 2017 di JCC, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Selain itu, jika dahulu orang harus membeli rumah untuk tidur nyaman maka sekarang hanya dengan aplikasi, tinggal memilih mana kamar atau rumah yang diinginkan. Begitupun untuk kantor, jika sebelumnya harus memiliki kantor maka kini tinggal menggunakan aplikasi untuk memesan kursi dan meja yang diinginkan sesuai kebutuhan.

(Baca: Cerita Jokowi Pesan Nasi Padang Via Gojek ke Istana )

"Pakai Air BnB, Epedia. Dulu orang harus punya kantor, tapi sekarang orang senangnya life asset. Sekarang pakai aplikasi bisa sewa satu meja. Kalau kurang pesan dua meja, kurang lagi pesan lagi tiga meja. Ini seperti coworking place pakai WeWork. Di Jakarta, Bandung sudah mulai," tuturnya.

Menurutnya, fenomena tersebut juga akan menggeser pola kerja dan pola produksi masyarakat. Sebab, mereka yang menyewakan mobil atau rumahnya seringkali bukan pemilik hotel atau supir. Mereka hanya menjadikan pekerjaan tersebut sebagai pekerjaan sampingan untuk mengisi waktu atau menguangkan sarana yang menganggur.

"Misalnya, kamar yang biasanya kosong sekarang bisa disewakan ke orang untuk satu dua hari. Semuanya nanti akan efisien seperti itu. Enggak ada kamar atau rumah kosong. Kamar kosong sewain saja, rumah kosong sewain saja. Ini akan berdampak pada struktur pengeluaran atau spending, atau belanja. Perubahan seperti ini yang kalau kita enggak cermat dan teliti, bisa terkaget-kaget," terang Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai, perubahan tersebut bisa menjadi ancaman sekaligus peluang bagi para pengusaha ataupun orang yang baru akan memulai usaha. Ekonomi digital perlahan telah menggusur toko-toko konvensional.

"Dulu orang harus keluar duit Rp50 ribu-Rp75 ribu untuk beli DVD. Sekarang ratusan ribu video gratis di Youtube, Facebook, Instagram bisa kita lihat, bisa kita pakai. Dulu orang harus keluar duit untuk beli buku, beli koran, beli majalah. Sekarang segala macam berita dan tulisan gratis ada di internet. Ini akan berdampak sangat dahsyat pada sisi produksi, ini hati-hati. Produsen harus hati-hati mencermati, teliti melihat pola pergeseran ini menuju kemana," jelasnya.

Namun di sisi lain, tambah Jokowi, ekonomi digital telah menciptakan pertumbuhan yang tinggi untuk segmen lain pada sisi produksi. Sebut saja, cafe dan restoran yang semakin menjamur dan digandrungi kaum milenial. Tak hanya itu, travel dan pariwisata pun menempati posisi yang bagus di era ekonomi digital seperti saat ini.

Kemudian, muncul pertumbuhan yang tinggi di segmen lain pada sisi produksi. Di mana cafe dan restoran semakin semarak, tempat para anak muda millenial nongkrong, tempat orang foto bersama, termasuk semakin maraknya tempat fitness.

"Karena anak muda kita senang punya badan yang keren, enggak kurus kayak saya. Travel dan pariwisata mengalami pertumbuhan dahsyat dan akan semakin cepat. Pariwisata tumbuh 10%-15% per tahun di saat ekonomi kita tumbuh 5% per tahun. Orang cari pengalaman seru, cari tempat wisata yang khas dan asik, biar bisa pasang foto, dan video dari tempat yang kita datangi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Efek Belanja Online,...
Efek Belanja Online, Ekonomi Digital RI Bisa Tembus Rp1.262 Triliun di 2023
Ultah ke-6 Perusahaan,...
Ultah ke-6 Perusahaan, OrderOnline Gali Terus Masukan Pengguna
Asosiasi E-commerce:...
Asosiasi E-commerce: Pemberantasan Thrifting Harus Hati-hati
CIEIE EPSE 2024: Pameran...
CIEIE EPSE 2024: Pameran E-Commerce China-Indonesia Hadir di Jakarta
5 Perbedaan E-Commerce...
5 Perbedaan E-Commerce dan Social Commerce dalam Bisnis, Sering Dianggap Sama
Tren Pengguna E-commerce...
Tren Pengguna E-commerce Meningkat Hasilkan 6 Juta Paket per Hari
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
5 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
47 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved