Batasan Top Up Fee E-Money Dinilai Tak Bebankan Konsumen

Kamis, 21 September 2017 - 18:27 WIB
Batasan Top Up Fee E-Money...
Batasan Top Up Fee E-Money Dinilai Tak Bebankan Konsumen
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) seperti diketahui tetap mematok biaya isi ulang (top up) uang elektronik (e-money) dengan maksimum sekitar Rp1.500 per satu kali transaksi, di tengah pro dan kontra yang terjadi. Dalam aturan tersebut, biaya top up hanya dikenakan untuk transaksi di atas Rp200 ribu.

Skema pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu, dapat dikenakan biaya maksimal Rp750. Sedangkan skema kedua pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu yang berbeda atau mitra, dapat dikenakan biaya maksimal sebesar Rp1.500.

Menanggapi hal itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai aturan BI tersebut diperkirakan tidak akan mempengaruhi semangat Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).. "Selain itu sebenarnya tidak akan memberatkan masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (21/9/2017).

(Baca Juga: BI Resmi Patok Biaya Top Up E-Money Maksimum Rp1.500 )

Menurut Josua kebijakan tersebut pada tahap awal ini juga memberikan insentif bagi bank untuk investasi infrastruktur yang dapat menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai. Terlebih terang dia, apabila seluruh bank sudah berpartisipasi, akan dengan sendirinya masing-masing bank akan berkompetisi untuk menurunkan biaya top up serendah rendahnya.

"Dengan kebijakan BI itu, saya berharap semua pihak dapat menerima dan menyukseskan dalam rangka meningkatkan kesadaran penggunaan instrumen non tunai. Sehingga berangsur-angsur terbentuk masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai demi menciptakan sistem pembayaran yang efisien, aman dan tetap melindungi konsumen," pungkas dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MotionBanking Mengintegrasikan...
MotionBanking Mengintegrasikan Fitur e-Money dari MotionPay
BSI Pastikan Tidak Ada...
BSI Pastikan Tidak Ada Rush Money Saat Layanan Perbankan Terganggu
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
BRI Bantu Pelaku Bisnis...
BRI Bantu Pelaku Bisnis Money Changer Terdampak Corona
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Perkuat Inovasi Teknologi,...
Perkuat Inovasi Teknologi, BNC Bertekad Jadi Bank Digital Terdepan
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
8 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
8 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
9 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
10 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved