Rupiah Diprediksi Temukan Momentum Penguatan
Jum'at, 22 September 2017 - 08:49 WIB
Rupiah Diprediksi Temukan Momentum Penguatan
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah yang masih terimbas kenaikan USD kembali menutup peluang rupiah untuk berbalik naik. Minimnya sentimen positif dan masih lebih besarnya perhatian pelaku pasar kepada pertemuan The Fed membuat laju rupiah melemah.
Diharapkan sentimen tersebut dapat mereda sehingga laju rupiah pun kembali menemukan momentum kenaikannya pasca libur nasional dalam negeri.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali variatif," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (22/9/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.286/USD dan resisten Rp13.260/USD.
Sementara, jelang libur nasional Tahun Baru Islam, laju rupiah cenderung kembali melanjutkan pelemahannya. Masih adanya sentimen pertemuan The Fed dan meningkatnya permintaan akan mata uang USD cenderung kembali menahan postensi penguatan rupiah.
Kehati-hatian pelaku pasar menjelang rapat The Fed telah membuat beberapa investor melakukan penyesuaian yang lebih tajam terhadap posisi mereka.
"Ditambah dengan adanya potensi terjadi ketegangan di semenanjung Korea menyusul pernyataan hawkish dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya di PBB," pungkasnya.
Diharapkan sentimen tersebut dapat mereda sehingga laju rupiah pun kembali menemukan momentum kenaikannya pasca libur nasional dalam negeri.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali variatif," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (22/9/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.286/USD dan resisten Rp13.260/USD.
Sementara, jelang libur nasional Tahun Baru Islam, laju rupiah cenderung kembali melanjutkan pelemahannya. Masih adanya sentimen pertemuan The Fed dan meningkatnya permintaan akan mata uang USD cenderung kembali menahan postensi penguatan rupiah.
Kehati-hatian pelaku pasar menjelang rapat The Fed telah membuat beberapa investor melakukan penyesuaian yang lebih tajam terhadap posisi mereka.
"Ditambah dengan adanya potensi terjadi ketegangan di semenanjung Korea menyusul pernyataan hawkish dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya di PBB," pungkasnya.
(ven)