Kemenperin Promosikan Kawasan Industri Luar Jawa di Jepang
Jum'at, 22 September 2017 - 18:08 WIB
Kemenperin Promosikan Kawasan Industri Luar Jawa di Jepang
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) gencar mempromosikan potensi investasi kawasan industri Indonesia di luar pulau Jawa kepada sejumlah investor di luar negeri. Salah satu negara potensial yang dilirik Indonesia adalah investor dari Jepang.
Untuk menggaet investor Jepang, Kemenperin menggelar kegiatan Promosi Investasi Kawasan Industri Indonesia di Tokyo, Osaka, dan Yokkaichi City, Jepang, pada 13-15 September 2017.
Acara yang dihadiri Kamar Dagang Jepang, Kankeiren (Kansai Economic Federation dan Yokkaichi Chamber of Commerce), wakil Walikota Yokkaichi dan para pelaku industri serta perbankan Jepang ini diberi tajuk Seminar Indonesia Economic Development and Industrial Estate.
Acara difasilitasi oleh Kemenperin bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tokyo serta Konsulat Jenderal RI (KJRI) untuk Osaka.
Dalam forum investasi kawasan industri Indonesia di Jepang tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono menjadi pembicara utama, berturut turut bertempat di KBRI Tokyo, Pertemuan Osaka, dan Forum Investasi di Yokkaichi.
Dalam kesempatan promosi ini, tiga kawasan industri Sriwijaya Central Business District (Sriwijaya CBD), Kemingking Jambi dan Palu Sulawesi diberikan kesempatan untuk memperkenalkan keunggulannya.
Menurut Imam Haryono, tiga kawasan industri yang tengah dibangun ini sangat prospektif untuk investor. Apalagi, ketiganya terletak di lokasi strategis serta didukung fasilitas infrastruktur yang memadai, termasuk sumber daya alam dan energi yang dibutuhkan industri.
"Peluang berinvestasi di Indonesia semakin menjanjikan keuntungan bagi para investor," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (22/9/2017).
Dia menilai, Sriwijaya CBD sangat strategis untuk investasi. Selain terletak di tengah kota metropolitan Palembang, kawasan Sriwijaya CBD seluas 307 hektare, juga terletak di pintu masuk dan keluar Tol Trans Sumatera. "Sriwijaya CBD akan menjadi solusi bisnis terlengkap di Palembang nanti," papar Imam.
Hasil pertemuan dengan investor di Jepang, mereka berminat berinvetasi di Palembang, Sumsel. Apalagi menjadi tuan rumah ASEAN Games 2018.
Direktur Utama Sriwijaya CBD, Gadiza Fauzi menjelaskan, para investor Jepang yang selama ini khawatir akan kemacetan di Jawa sehingga memengaruhi efektivitas produksi, tampak antusias untuk berinvestasi di Palembang.
"Selain kota ini sudah maju, Palembang dianggap baik dalam menangani kemacetan dengan membangun sarana transportasi yang canggih. Transportasi kota lancar, LRT dan upah minimum Pokok (UMP) relatif lebih murah dibanding pulau Jawa," imbuhnya.
Sriwijaya CBD memiliki sejumlah keunggulan kompetitif sehingga layak menjadi tujuan investasi. "Keunggulan itu antara lain posisi Sriwijaya CBD Gandus yang menjadi satu-satunya pintu masuk dan keluar Palembang dari tol trans Sumatera yang menghubungkan seluruh kota di Sumatera dari Aceh hingga Lampung. Bahkan, letaknya dari pintu tol Gandus ke pintu masuk SCBD hanya 1 km," tutur Gadiza.
Selain itu, kawasan Sriwijaya CBD juga dekat dengan bandara, kantor pemerintah Kota sehingga memudahkan pengurusan administrasi. "Sriwijaya CBD juga dekat dengan pelabuhan Boom Baru Palembang, sehingga untuk transportasi distribusi barang lebih mudah. Dengan demikian, biaya logistik makin murah," paparnya.
Intan Fauzi, selaku Direktur PT Fauzi Panca Manunggal mengatakan, Sriwijaya CBD juga sudah mempersiapkan fasilitas infrastruktur pendukung agar memudahkan investor yang hendak berinvestasi.
"Sriwijaya CBD didukung fasilitas penunjang yang terintegrasi, antara lain Water treatment plant, sistem drainase, pengolahan Limbah (IPAL) terpadu, ketersediaan air,listrik, gas, fiber optic, dan lainnya untuk mendukung kegiatan produksi," terangnya.
Master Plan Sriwijaya CBD juga dirancang dengan sistem cluster lengkap dengan tersedianya area industri, komersial, juga residensial. Sehingga SriwijayaCBD akan menjadi pusat bisnis strategis terpadu di kota Palembang.
"Kawasan Sriwijaya CBD ini cocok untuk pengembangan komoditas seperti karet, sawit, kopi, batu bara dan industri logam, industri pengemasan, perakitan elektronik, perakitan otomotif, service otomotif karena lokasinya berada di pintu Tol trans Sumatera," ungkap Intan.
Kendati berada di tengah kota, konsep Sriwijaya CBD ini berbeda dengan kawasan industri lain. Infrastruktur pendukung pengembangan Kawasan Industri di Sumatra khususnya Gandus Kota Palembang sangat siap. Ini sesuai agenda prioritas Pemerintahan Jokowi-JK yang terus mendorong pengembangan investasi di luar Pulau Jawa.
"Tol Trans Sumatera yang terhubung dengan tol Kapalbetung (Kayu Agung, Palembang, Betung) saat ini sudah dalam pembangunan untuk pintu masuk dan keluar Kota Palembang yang berada di SS Gandus di mana Kawasan Industri Sriwijaya CBD berada," tuturnya.
Untuk menggaet investor Jepang, Kemenperin menggelar kegiatan Promosi Investasi Kawasan Industri Indonesia di Tokyo, Osaka, dan Yokkaichi City, Jepang, pada 13-15 September 2017.
Acara yang dihadiri Kamar Dagang Jepang, Kankeiren (Kansai Economic Federation dan Yokkaichi Chamber of Commerce), wakil Walikota Yokkaichi dan para pelaku industri serta perbankan Jepang ini diberi tajuk Seminar Indonesia Economic Development and Industrial Estate.
Acara difasilitasi oleh Kemenperin bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tokyo serta Konsulat Jenderal RI (KJRI) untuk Osaka.
Dalam forum investasi kawasan industri Indonesia di Jepang tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono menjadi pembicara utama, berturut turut bertempat di KBRI Tokyo, Pertemuan Osaka, dan Forum Investasi di Yokkaichi.
Dalam kesempatan promosi ini, tiga kawasan industri Sriwijaya Central Business District (Sriwijaya CBD), Kemingking Jambi dan Palu Sulawesi diberikan kesempatan untuk memperkenalkan keunggulannya.
Menurut Imam Haryono, tiga kawasan industri yang tengah dibangun ini sangat prospektif untuk investor. Apalagi, ketiganya terletak di lokasi strategis serta didukung fasilitas infrastruktur yang memadai, termasuk sumber daya alam dan energi yang dibutuhkan industri.
"Peluang berinvestasi di Indonesia semakin menjanjikan keuntungan bagi para investor," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (22/9/2017).
Dia menilai, Sriwijaya CBD sangat strategis untuk investasi. Selain terletak di tengah kota metropolitan Palembang, kawasan Sriwijaya CBD seluas 307 hektare, juga terletak di pintu masuk dan keluar Tol Trans Sumatera. "Sriwijaya CBD akan menjadi solusi bisnis terlengkap di Palembang nanti," papar Imam.
Hasil pertemuan dengan investor di Jepang, mereka berminat berinvetasi di Palembang, Sumsel. Apalagi menjadi tuan rumah ASEAN Games 2018.
Direktur Utama Sriwijaya CBD, Gadiza Fauzi menjelaskan, para investor Jepang yang selama ini khawatir akan kemacetan di Jawa sehingga memengaruhi efektivitas produksi, tampak antusias untuk berinvestasi di Palembang.
"Selain kota ini sudah maju, Palembang dianggap baik dalam menangani kemacetan dengan membangun sarana transportasi yang canggih. Transportasi kota lancar, LRT dan upah minimum Pokok (UMP) relatif lebih murah dibanding pulau Jawa," imbuhnya.
Sriwijaya CBD memiliki sejumlah keunggulan kompetitif sehingga layak menjadi tujuan investasi. "Keunggulan itu antara lain posisi Sriwijaya CBD Gandus yang menjadi satu-satunya pintu masuk dan keluar Palembang dari tol trans Sumatera yang menghubungkan seluruh kota di Sumatera dari Aceh hingga Lampung. Bahkan, letaknya dari pintu tol Gandus ke pintu masuk SCBD hanya 1 km," tutur Gadiza.
Selain itu, kawasan Sriwijaya CBD juga dekat dengan bandara, kantor pemerintah Kota sehingga memudahkan pengurusan administrasi. "Sriwijaya CBD juga dekat dengan pelabuhan Boom Baru Palembang, sehingga untuk transportasi distribusi barang lebih mudah. Dengan demikian, biaya logistik makin murah," paparnya.
Intan Fauzi, selaku Direktur PT Fauzi Panca Manunggal mengatakan, Sriwijaya CBD juga sudah mempersiapkan fasilitas infrastruktur pendukung agar memudahkan investor yang hendak berinvestasi.
"Sriwijaya CBD didukung fasilitas penunjang yang terintegrasi, antara lain Water treatment plant, sistem drainase, pengolahan Limbah (IPAL) terpadu, ketersediaan air,listrik, gas, fiber optic, dan lainnya untuk mendukung kegiatan produksi," terangnya.
Master Plan Sriwijaya CBD juga dirancang dengan sistem cluster lengkap dengan tersedianya area industri, komersial, juga residensial. Sehingga SriwijayaCBD akan menjadi pusat bisnis strategis terpadu di kota Palembang.
"Kawasan Sriwijaya CBD ini cocok untuk pengembangan komoditas seperti karet, sawit, kopi, batu bara dan industri logam, industri pengemasan, perakitan elektronik, perakitan otomotif, service otomotif karena lokasinya berada di pintu Tol trans Sumatera," ungkap Intan.
Kendati berada di tengah kota, konsep Sriwijaya CBD ini berbeda dengan kawasan industri lain. Infrastruktur pendukung pengembangan Kawasan Industri di Sumatra khususnya Gandus Kota Palembang sangat siap. Ini sesuai agenda prioritas Pemerintahan Jokowi-JK yang terus mendorong pengembangan investasi di luar Pulau Jawa.
"Tol Trans Sumatera yang terhubung dengan tol Kapalbetung (Kayu Agung, Palembang, Betung) saat ini sudah dalam pembangunan untuk pintu masuk dan keluar Kota Palembang yang berada di SS Gandus di mana Kawasan Industri Sriwijaya CBD berada," tuturnya.
(izz)
Lihat Juga :