alexametrics

Jaring Relokasi Pabrik China, Kawasan Industri Batang Serap 30.000 Tenaga Lokal

loading...
Jaring Relokasi Pabrik China, Kawasan Industri Batang Serap 30.000 Tenaga Lokal
Kemenperin menyambut baik akselerasi pengembangan kawasan industri di Batang, Jawa Tengah yang disiapkan menjaring relokasi asal China dengan nilai investasi USD850 juta dolar dan mampu menyerap 30.000 tenaga kerja lokal. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut baik akselerasi pengembangan kawasan industri di Batang, Jawa Tengah. Hal ini guna menangkap peluang masuknya investasi potensial ke tanah air dari sejumlah sektor industri yang ingin merelokasi pabriknya dari China

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan, perusahaan multinasional yang akan merelokasi pabriknya dari China ke Indonesia, antara lain berasal dari Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat. Saat ini, terdapat tujuh perusahaan yang sudah memastikan bakal merelokasi usahanya ke Indonesia. Diperkirakan relokasi tersebut akan mendatangkan nilai investasi sebesar USD850 juta dolar dan mampu menyerap 30.000 tenaga kerja lokal.

"Bidang usaha perusahaan yang akan relokasi tersebut meliputi industri elektronika, audio dan video, lampu dengan tenaga surya, hingga suku cadang kendaraan bermotor yang semuanya berorientasi ekspor," kata Menperin Agus di Jakarta, Selasa (30/6/2029).

(Baca Juga: Tujuh Perusahaan Asing Relokasi ke Indonesia Bikin Jokowi Senang)



Kata dia terdapat 17 perusahaan lain yang menyatakan komitmen untuk melakukan relokasi atau diversifikasi usaha mereka ke Indonesia, dengan proyeksi total nilai investasi sebesar USD37 miliar dan menyerap tenagar kerja mencapai 112.000 orang. Salah satu investor potensial tersebut adalah LG Chemical, yang ingin menggelontorkan dananya hingga USD9,8 miliar, dengan potensi penyerapan kerja sebanyak 14.000 orang.

Perusahaan lainnya, yakni PT Meiloon Technology Indonesia, PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia (Alpan), PT Kenda Rubber Indonesia, PT Denso Indonesia, dan PT Panasonic Manufacturing Indonesia. “Selama ini aktivitas industri memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional, salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja,” ungkap Agus.



(Baca Juga: Pengembangan Kawasan Industri Batang, Erick Minta Proposal Ekosistem Investasi)

Di samping itu, dengan membuktikan peran besarnya sebagai tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi, sektor industri mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri serta penyumbang devisa secara signifikan dari ekspor dan pajak.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top