Ekonomi China Diramal Tumbuh 6,7% Ditopang Lonjakan Ekspor

Selasa, 26 September 2017 - 13:56 WIB
Ekonomi China Diramal...
Ekonomi China Diramal Tumbuh 6,7% Ditopang Lonjakan Ekspor
A A A
JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini, dipengaruhi konsumsi domestik yang kuat serta ditambah adanya pemulihan ekspor. Ekonom Kepala ADB Yasuyuki Sawada mengatakan, prospek yang lebih baik sedang dialami oleh Republik Rakyat Tiongkok (China).

(Baca Juga: ADB Jaga Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia di Level 5,8% )

Menurutnya kebijakan fiskal yang ekspansif dan permintaan eksternal yang tidak terduga, membantu China melampuai ekspektasi pada semester pertama 2017. "Output ini diharapkan meningkat 6,7% pada 2017, baik 0,2 poin persentase dibandingkan perkiraan sebelumnya. Pada 2018, pertumbuhan akan melambat ke 6,4% karena mulai berjalannya reformasi untuk memangkas kelebihan kapasitas industri dan mengurangi risiko keuangan," ungkap dia.

Untuk pertumbuhan di Jepang, juga secara mengejutkan lebih baik dari perkiraan. Hal ini berkat membaiknya keyakinan konsumen dan sentimen bisnis. Sementara itu, kebijakan fiskal dan moneter yang ekspansif, penurunan ketidakpastian politik, dan kepercayaan pasar yang kuat, semuanya mendorong pemulihan di zona Euro.

Namun selain China, delapan perekonomian berkembang terbesar di kawasan ini mengalami kenaikan rill ekspor manufaktur. Lebih lanjut, untuk pertumbuhan industri maju, akan mencapai 2% pada 2017 dan 2018. "Angka ini meningkat 0,1 poin persentasenya dari perkiraan April 2017. Untuk ekspansi pertumbuhan AS sendiri, kini sudah memasuki tahun ke 9 dan konsumen masih tetap mempertahankan perekonomian terbesar dunia ini tetap di jalur yang sama," terangnya.

Nilai ekspor negara-negara Asia berkembang melonjak 11% pada 5 bulan pertama di 2017. Sedangkan untuk impornya, naik 17% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Kenaikan ini terjadi setelah nilai ekspor selama dua tahun sebelumnya terus menyusut akibat merosotnya harga komoditas dan lesunya permintaan manufaktur," papar Yasuyuki Sawada.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
Bikin Iri, Ekonomi China...
Bikin Iri, Ekonomi China Diperkirakan Meroket 7,9 Persen
ADB Revisi Proyeksi...
ADB Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Menjadi Minus 2,2 Persen
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
ADB Prediksi Ekonomi...
ADB Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2% di 2026, Ini Pendorongnya
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
37 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
51 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
52 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
1 jam yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved