Demi Pertumbuhan Ekonomi, Para Menteri Disarankan Tak Berpikir Sektoral

Selasa, 26 September 2017 - 19:47 WIB
Demi Pertumbuhan Ekonomi,...
Demi Pertumbuhan Ekonomi, Para Menteri Disarankan Tak Berpikir Sektoral
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan para pengambil keputusan alias menteri tidak berpikir dan mengambil kebijakan secara sektoral. Hal ini agar dunia usaha menjadi berkembang dan dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi menguat.

Saleh yang kini menjabat Managing Director PT Sinar Mas, mengatakan bila para menteri berpikir sektoral maka dunia usaha tidak bisa berkembang. "Kalau dunia usaha tidak berkembang, maka pertumbuhan ekonomi yang diharapkan Presiden Jokowi tidak bisa terjadi," tukasnya dalam HUT MNC Trijaya Radio FM Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Oleh karena itu, Saleh menjelaskan, momen penurunan suku bunga dapat membuka dunia usaha, terutama untuk skala-skala kecil dan menengah. Sehingga dunia usaha dapat melakukan pinjaman dengan bunga kredit yang tidak terlalu berat.

Namun, Saleh menegaskan kembali yang paling utama adalah bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah itu dapat mempermudah akses maupun dunia usaha. "Saya kira dunia usaha menginginkan adanya kebijakan-kebijakan yang dapat mempermudah dunia usaha, khususnya kebijakan keuangan," ujar dia.

Menurut dia, saat ini tantangan industri cukup banyak, diantaranya masuknya barang-barang ilegal, persaiangan dengan negara lain. Sehingga perlu melakukan koordinasi dengan sektor-sektor lainnya, agar tantangan tersebut tidak mematikan industri di dalam negeri.

"Seperti barang-barang ilegal, mereka tidak bayar pajak, tidak bayar apa-apa. Dan ini menggerus industri tekstil kita dan industri-industri lainnya, karena kalah bersaing dan dengan sendirinya industri yang ada di dalam negeri akan mati. Karena itu perlu koordinasi untuk mengantisipasi," ungkapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Imbas Covid-19, Industri...
Imbas Covid-19, Industri Tekstil dan Produk Tekstil Minus 1,24%
Bagi-bagi Mesin ke IKM...
Bagi-bagi Mesin ke IKM Tekstil Demi Pacu Produksi Saat Pandemi
API Minta Pemerintah...
API Minta Pemerintah Ambil Tindakan untuk Pulihkan TPT Nasional
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
8 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
8 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
9 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
9 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
9 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
10 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved