Wall Street Berakhir Flat Saat Saham Teknologi Bouncing

Rabu, 27 September 2017 - 08:11 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Flat Saat Saham Teknologi Bouncing
A A A
NEW YORK - Indeks S & P 500 berakhir datar pada perdagangan kemarin waktu setempat dan Nasdaq mencetak keuntungan tipis ketika saham teknologi memantul dari kerugian tajam di sesi sebelumnya. Ditambah komentar dari Gubernur The Fed Janet Yellen mendorong harapan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada Desember.

Yellen mengatakan Bank Sentral AS alias The Fed mempunyai kebutuhan untuk melanjutkan kenaikan suku secara bertahap dan akan terlihat tidak bijaksana untuk meninggalkan Fed rate ketika inflasi mencapai target 2%. Sementara Ketua The Fed Atlanta Raphael Bostic mengutarakan ingin bukti kestabilan harga sebelum menaikkan suku bunga, meski tidak menutup kemungkinan naik lagi di 2017.

Kemungkinan tingkat kenaikan di Desember 78% dari sekitar 40% sebulan yang lalu, menurut CME FedWatch. Data ekonomi menunjukkan kepercayaan konsumen AS jatuh pada bulan September, sementara penjualan rumah turun ke posisi terendah dalam delapan bulan di Agustus akibat dampak badai Harvey dan Irma.

Tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 10.05 poin atau 0,05% ke level 22.286,04 dan indeks S & P 500 memperoleh tambahan 0,23 poin atau 0,01% menjadi 2.496,89. Sedangkan komposit Nasdaq meningkat sebesar 9,57 poin atau 0,15% ke posisi 6.380,16.

Membaiknya bursa saham AS dipengaruhi sektor teknologi meningkat 0,4% dan menjadi yang terbaik di antara sektor utama, untuk memulihkan dari kerugian dalam sesi sebelumnya. Saham teknologi mengalami penurunan terburuk satu dalam lima pekan pada perdagangan awal pekan kemarin terimbas keprihatinan atas ketegangan AS dengan Korea Utara.

Sementara saham Apple (AAPL. O) naik 1,72% setelah empat sesi beruntun mencetak kerugian untuk membantu menopang indeks utama tiga, setelah Raymond James menaikkan target harga pada pembuat iPhone untuk USD180 dari USD170. Sekitar 5,81 miliar saham diperdagangkan pada pasar saham AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 5,96 miliar dalam 20 sesi terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
18 menit yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
2 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
4 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
5 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
7 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
10 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved