Pelemahan Rupiah Diprediksi Makin Meluas
Rabu, 27 September 2017 - 09:54 WIB
Pelemahan Rupiah Diprediksi Makin Meluas
A
A
A
JAKARTA - Diperkirakan pergerakan rupiah masih cenderung tertekan dengan sentimen yang ada. Dengan demikian, potensi pelemahan pun masih lebih besar dibandingkan peluang kenaikan.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali variatif melemah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (27/9/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.401/USD dan resisten Rp13.319/USD. Sementara, kembali meningkatnya permintaan atas aset-aset safe haven membuat pasar valas cenderung dijauhi. Bahkan mata uang USD yang termasuk hard currency pun terlihat menurun karena adanya perpindahan pola transaksi pelaku pasar tersebut.
Pergerakan harga komoditas emas yang cenderung meningkat dibarengi dengan permintaan akan kontrak gold setelah pelaku pasar merespon negatif pernyataan dari Korut yang berkeinginan kembali melakukan uji coba bom hidrogennya dan tanggapan dari AS yang menyatakan siap perang untuk menghentikan uji coba tersebut.
"EUR terlihat melemah pasca diadakannya pemilu di Jerman dan GBP juga melemah pasca PM Inggris menyampaikan pandangannya terkait Brexit. Termasuk USD yang juga melemah karena pernyataan Trump tersebut. Akibatnya rupiah pun ikut terkena imbasnya dimana masih melanjutkan pelemahannya," pungkasnya.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali variatif melemah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (27/9/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.401/USD dan resisten Rp13.319/USD. Sementara, kembali meningkatnya permintaan atas aset-aset safe haven membuat pasar valas cenderung dijauhi. Bahkan mata uang USD yang termasuk hard currency pun terlihat menurun karena adanya perpindahan pola transaksi pelaku pasar tersebut.
Pergerakan harga komoditas emas yang cenderung meningkat dibarengi dengan permintaan akan kontrak gold setelah pelaku pasar merespon negatif pernyataan dari Korut yang berkeinginan kembali melakukan uji coba bom hidrogennya dan tanggapan dari AS yang menyatakan siap perang untuk menghentikan uji coba tersebut.
"EUR terlihat melemah pasca diadakannya pemilu di Jerman dan GBP juga melemah pasca PM Inggris menyampaikan pandangannya terkait Brexit. Termasuk USD yang juga melemah karena pernyataan Trump tersebut. Akibatnya rupiah pun ikut terkena imbasnya dimana masih melanjutkan pelemahannya," pungkasnya.
(akr)