Alasan Bank Pungut Biaya Top Up E-Money Dipertanyakan Ombudsman

Rabu, 27 September 2017 - 16:08 WIB
Alasan Bank Pungut Biaya...
Alasan Bank Pungut Biaya Top Up E-Money Dipertanyakan Ombudsman
A A A
JAKARTA - Ombudsman RI mempertanyakan alasan perbankan untuk menarik biaya isi ulang uang elektronik (top up e-money) dari konsumen. Padahal, uang tersebut akan digunakan untuk biaya perawatan (maintenance) infrastruktur uang elektronik.

(Baca: Ombudsman: BI Keukeuh E-Money Tak Langgar UU Mata Uang )

Anggota Ombudsman bidang Ekonomi I Dadan Suharma Wijaya menuturkan, jika perbankan membutuhkan biaya untuk perawatan maka seharusnya pendanaannya bisa dialokasikan dari sisa hasil keuntungan di lini bisnis lainnya.

"Kenapa infrastruktur ditanggung oleh yang ini (konsumen). Kan bisnis bank yang lain bisa menghasilkan keuntungan," katanya di Gedung Ombudsman, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Apalagi, lanjut Dadan, perbankan mengaku bahwa selama ini pihaknya telah memberikan subsidi untuk pembuatan kartu e-money. Jadi, sejatinya ada kemampuan bank untuk membiayai perawatan infrastruktur uang elektronik.

"Kan banyak subsidi yang diberikan ke program ini, kartu kan biayanya Rp17 ribu sampai Rp20 ribu, tapi ada yang jual kayak BRI Rp10 ribu. Berarti dia subsidi kartu ini Rp7 ribu," tutur dia.

Menurut Dadan, perbankan sejatinya pernah menggratiskan pembelian kartu e-money. Namun, yang muncul justru masyarakat menjadi abai dan santai saat kartunya hilang.

"Jadi pernah gratis, justru membuat orang beli lagi beli lagi. Padahal itu disubsidi. Makanya mereka kenakan harga lagi tetap harganya subsidi," tandasnya.

(Baca: Ombudsman: Pelapor Biaya Top Up E-Money Bertambah )
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MotionBanking Mengintegrasikan...
MotionBanking Mengintegrasikan Fitur e-Money dari MotionPay
BSI Pastikan Tidak Ada...
BSI Pastikan Tidak Ada Rush Money Saat Layanan Perbankan Terganggu
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
BRI Bantu Pelaku Bisnis...
BRI Bantu Pelaku Bisnis Money Changer Terdampak Corona
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Perkuat Inovasi Teknologi,...
Perkuat Inovasi Teknologi, BNC Bertekad Jadi Bank Digital Terdepan
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
8 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
8 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
9 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
10 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
10 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved