Harga Emas Antam Turun Tipis, Emas Dunia Melompat Tinggi
Kamis, 28 September 2017 - 11:30 WIB
Harga Emas Antam Turun Tipis, Emas Dunia Melompat Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Harga jual dan buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan tengah pekan turun tipis, untuk melanjutkan tren negatif sejak kemarin. Pelemahan emas dalam negeri terjadi saat emas dunia bangkit dari posisi terendah dalam satu bulan.
Dilansir dari situs Logammulia.com, Kamis (28/9/2017) harga emas Antam kehilangan Rp2.000 ke level Rp615.000 per gram dibandingkan kemarin di posisi Rp617.000/gram. Pelemahan juga terjadi pada harga buyback menjadi Rp543.000/gram dari sebelumnya Rp545.000 per gram
Sementara, harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.190.000 dengan harga per gram Rp595.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.767.000 dengan harga per gram Rp589.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.344.000 dengan harga per gram Rp586.000.
Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.930.000 dengan harga per gram Rp586.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.785.000 dengan harga per gram Rp578.500. Harga emas 25 gram Rp14.325.000 dengan harga per gram Rp573.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp28.500.000 dengan harga per gram Rp570.000.
Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp56.825.000 dengan harga per gram Rp568.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp141.675.000, dengan harga per gram Rp566.700 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp282.975.000 dengan harga per gram Rp565.950.
Sedangkan harga emas Antam di Pulogadung merosot ke posisi Rp605.000/gram dari sebelumnya Rp607.000 per gram dengan harga buyback berada di level Rp543.000 /gram. Penyusutan juga terjadi pada harga emas Antam di Jakarta II menjadi Rp615.000 per gram dari posisi kemarin Rp617.000/gram dengan buyback di posisi Rp543.000 per gram.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, harga emas naik setelah jatuh ke posisi terendah dalam satu bulan pada sesi sebelumnya. Harga emas di pasar spot meningkat 0,3% menjadi USD1.284,36 per ons pada pukul 0127 GMT ketika sebelumnya bertengger di posisi terendah USD1,280.72 sejak 25 Agustus.
Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember jatuh 0,1% ke level USD1.287,00 per ons. Serta platinum juga mengalami kejatuhan, usai diskon terhadap palladium untuk pertama kalinya sejak 2001 memudarnya permintaan untuk mobil diesel.
Dilansir dari situs Logammulia.com, Kamis (28/9/2017) harga emas Antam kehilangan Rp2.000 ke level Rp615.000 per gram dibandingkan kemarin di posisi Rp617.000/gram. Pelemahan juga terjadi pada harga buyback menjadi Rp543.000/gram dari sebelumnya Rp545.000 per gram
Sementara, harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.190.000 dengan harga per gram Rp595.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.767.000 dengan harga per gram Rp589.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.344.000 dengan harga per gram Rp586.000.
Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.930.000 dengan harga per gram Rp586.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.785.000 dengan harga per gram Rp578.500. Harga emas 25 gram Rp14.325.000 dengan harga per gram Rp573.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp28.500.000 dengan harga per gram Rp570.000.
Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp56.825.000 dengan harga per gram Rp568.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp141.675.000, dengan harga per gram Rp566.700 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp282.975.000 dengan harga per gram Rp565.950.
Sedangkan harga emas Antam di Pulogadung merosot ke posisi Rp605.000/gram dari sebelumnya Rp607.000 per gram dengan harga buyback berada di level Rp543.000 /gram. Penyusutan juga terjadi pada harga emas Antam di Jakarta II menjadi Rp615.000 per gram dari posisi kemarin Rp617.000/gram dengan buyback di posisi Rp543.000 per gram.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, harga emas naik setelah jatuh ke posisi terendah dalam satu bulan pada sesi sebelumnya. Harga emas di pasar spot meningkat 0,3% menjadi USD1.284,36 per ons pada pukul 0127 GMT ketika sebelumnya bertengger di posisi terendah USD1,280.72 sejak 25 Agustus.
Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember jatuh 0,1% ke level USD1.287,00 per ons. Serta platinum juga mengalami kejatuhan, usai diskon terhadap palladium untuk pertama kalinya sejak 2001 memudarnya permintaan untuk mobil diesel.
(akr)
Lihat Juga :