Rupiah Terpuruk ke Level Rp13.500/USD, IHSG Sesi I Mendatar
Kamis, 28 September 2017 - 12:37 WIB
Rupiah Terpuruk ke Level Rp13.500/USD, IHSG Sesi I Mendatar
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini tercatat merosot tajam hingga melewati level Rp13.500/USD. Kondisi mata uang Garuda tersebut mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih sulit keluar dari zona merah.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.546/USD atau memburuk dari posisi sebelumnya pada level Rp13.446/USD. Pergerakan rupiah pada perdagangan tengah pekan berada di kisaran di level Rp13.415-Rp13.599/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.513/USD atau jatuh sangat dalam dari penutupan kemarin yang berada di posisi Rp13.445/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.426-Rp13.594/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini ambruk pada level Rp13.542/USD. Rupiah terlihat masih sulit bangkit untuk kemudian semakin parah dibandingkan penutupan sebelumnya Rp13.380/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.464/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tenggelam dari posisi sebelumnya di level Rp13.384/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini masih memerah usai kehilangan sebesar 2,92 poin atau setara dengan 0,05% ke level 5.860,10 ketika tadi pagi melemah 2,63 poin atau 0,04% ke level 5.860,40. Kemarin, IHSG berakhir terjungkal hingga 0,94 poin atau 0,02% ke level 5.863,03.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini mayoritas melemah dengan sektor keuangan jatuh terdalam mencapai 0,57% diikuti pertanian merosot 0,21%. Sementara perdagangan menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi 0,72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,93 miliar dengan 5,68 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp48,16 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp986,46 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp938,30 miliar. Tercatat 145 saham naik, 149 saham turun dan 121 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL). Sementara, beberapa pelemahan terjadi pada saham-saham yakni PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL).
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.546/USD atau memburuk dari posisi sebelumnya pada level Rp13.446/USD. Pergerakan rupiah pada perdagangan tengah pekan berada di kisaran di level Rp13.415-Rp13.599/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.513/USD atau jatuh sangat dalam dari penutupan kemarin yang berada di posisi Rp13.445/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.426-Rp13.594/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini ambruk pada level Rp13.542/USD. Rupiah terlihat masih sulit bangkit untuk kemudian semakin parah dibandingkan penutupan sebelumnya Rp13.380/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.464/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tenggelam dari posisi sebelumnya di level Rp13.384/USD.
Di sisi lain, IHSG siang ini masih memerah usai kehilangan sebesar 2,92 poin atau setara dengan 0,05% ke level 5.860,10 ketika tadi pagi melemah 2,63 poin atau 0,04% ke level 5.860,40. Kemarin, IHSG berakhir terjungkal hingga 0,94 poin atau 0,02% ke level 5.863,03.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini mayoritas melemah dengan sektor keuangan jatuh terdalam mencapai 0,57% diikuti pertanian merosot 0,21%. Sementara perdagangan menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi 0,72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,93 miliar dengan 5,68 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp48,16 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp986,46 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp938,30 miliar. Tercatat 145 saham naik, 149 saham turun dan 121 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL). Sementara, beberapa pelemahan terjadi pada saham-saham yakni PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL).
(akr)
Lihat Juga :