Pertamina Siapkan USD200 Juta Bangun Kapal Baru
Jum'at, 29 September 2017 - 10:57 WIB
Pertamina Siapkan USD200 Juta Bangun Kapal Baru
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) hari ini melakukan kerja sama dengan National Shipbuilding & Heavy Industry seperti PT Djakarta Lloyd, PT Dok, Perkapalan Surabaya, dan PT PAL. Kerja sama ini dalam rangka pembuatan kapal baru.
Untuk nilai pembuatan kapal baru yang disiapkan BUMN energi di tahun depan tersebut sebesar USD200 juta. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso mengatakan, kerja sama dengan penandatanganan kontrak Pertamina bersama para BUMN galangan kapal ini untuk memperkuat peluang usaha ke depan.
"2018 kami berencana untuk siapkan dana investasi sebesar USD6 miliar, rinciannya USD200 juta untuk investasi kapal dan dok. Ini kemudian ditangkap oleh galang kapal BUMN kita, tentu bisa bangun semua," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/9/2017).
Turut menyaksikan penandatanganan ini Menteri BUMN Rini Soemarno. Menurut Rini, selama ini Pertamina sudah banyak melakukan order kapal ke luar. Untuk itu harus dilakukan sinergi guna memperkuat kinerja BUMN.
"Saya bangga bahwa akhirnya bisa melakukan penandatanganan kerja sama di bidang perkapalan. Pertamina banyak order kapal, tapi kok enggak pernah ke kita," imbuhnya.
Untuk nilai pembuatan kapal baru yang disiapkan BUMN energi di tahun depan tersebut sebesar USD200 juta. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso mengatakan, kerja sama dengan penandatanganan kontrak Pertamina bersama para BUMN galangan kapal ini untuk memperkuat peluang usaha ke depan.
"2018 kami berencana untuk siapkan dana investasi sebesar USD6 miliar, rinciannya USD200 juta untuk investasi kapal dan dok. Ini kemudian ditangkap oleh galang kapal BUMN kita, tentu bisa bangun semua," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/9/2017).
Turut menyaksikan penandatanganan ini Menteri BUMN Rini Soemarno. Menurut Rini, selama ini Pertamina sudah banyak melakukan order kapal ke luar. Untuk itu harus dilakukan sinergi guna memperkuat kinerja BUMN.
"Saya bangga bahwa akhirnya bisa melakukan penandatanganan kerja sama di bidang perkapalan. Pertamina banyak order kapal, tapi kok enggak pernah ke kita," imbuhnya.
(izz)
Lihat Juga :