Rupiah Terpuruk, IHSG Siang Ini Cetok Rekor Tertinggi
Selasa, 03 Oktober 2017 - 12:39 WIB
Rupiah Terpuruk, IHSG Siang Ini Cetok Rekor Tertinggi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini masih betah di jalur negatif di tengah menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.570/USD atau melemah dari posisi sebelumnya pada level Rp13.535/USD. Pergerakan rupiah pada perdagangan tengah pekan berada di kisaran di level Rp13.533-Rp13.585/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.576/USD atau melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.540/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.563-Rp13.593/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini masih di posisi Rp13.565/USD. Rupiah terlihat memburuk dibandingkan penutupan sebelumnya Rp13.515/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan di level Rp13.582/USD. Posisi tersebut memburuk dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.499/USD.
Sementara, IHSG siang ini semakin menguat dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau bertambah 19,32 poin, setara dengan 0,33% ke level 5.933,35, ketika tadi pagi naik 1,40 poin setara 0,02% ke level 5.915,43. Kemarin, IHSG menguat menguat 13,18 poin setara 0,22% ke level 5.914,03.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini mayoritas berada di jalur hijau dengan sektor aneka industri naik tertinggi sebesar 0,58% dan sketor yang melemah terdalam adalah perkebunan yang melemah 0,32%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,82 miliar dengan 4,17 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp288,83 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp734,47 miliar. Tercatat 148 saham naik, 140 saham turun dan 147 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (BBNI). Sementara beberapa saham yang melemah di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.570/USD atau melemah dari posisi sebelumnya pada level Rp13.535/USD. Pergerakan rupiah pada perdagangan tengah pekan berada di kisaran di level Rp13.533-Rp13.585/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.576/USD atau melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.540/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.563-Rp13.593/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini masih di posisi Rp13.565/USD. Rupiah terlihat memburuk dibandingkan penutupan sebelumnya Rp13.515/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan di level Rp13.582/USD. Posisi tersebut memburuk dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.499/USD.
Sementara, IHSG siang ini semakin menguat dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau bertambah 19,32 poin, setara dengan 0,33% ke level 5.933,35, ketika tadi pagi naik 1,40 poin setara 0,02% ke level 5.915,43. Kemarin, IHSG menguat menguat 13,18 poin setara 0,22% ke level 5.914,03.
Sektor saham dalam negeri hingga siang ini mayoritas berada di jalur hijau dengan sektor aneka industri naik tertinggi sebesar 0,58% dan sketor yang melemah terdalam adalah perkebunan yang melemah 0,32%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,82 miliar dengan 4,17 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp288,83 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp734,47 miliar. Tercatat 148 saham naik, 140 saham turun dan 147 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (BBNI). Sementara beberapa saham yang melemah di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
(izz)
Lihat Juga :