Pelemahan Rupiah Disambut Senang Kalangan Pengusaha Ini
Selasa, 03 Oktober 2017 - 18:09 WIB
Pelemahan Rupiah Disambut Senang Kalangan Pengusaha Ini
A
A
A
JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menjelaskan, kondisi rupiah yang melemah hari ini memang berdampak ke masyarakat. Sementara untuk kalangan pengusaha memberikan respons beragam terhadap kejatuhan mata uang garuda.
Menurutnya kondisi saat rupiah turun disikapi berbeda-beda, sama halnya saat rupiah naik kencang, pasti ada protes. Ia juga tak menampik bahwa banyak pengusaha yang senang akan kondisi ini, dimana nilai dolar sedang naik dan rupiah yang melemah hingga mendekati angka Rp13.600/USD.
"Kalau ditanya kepada pengusaha siapa misalnya, ke pengusaha batu bara, ya pada senang dolar naik. Tapi pada perusahaan yang income rupiah tapi utangnya dolar pada menjerit, itu beda-beda efeknya," kata dia di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Dia juga mengaku telah berbicara dengan rekan-rekan pengusaha dan asosiasi, agar menerima kondisi ini dan diharapkan jika sudah mencapai angka Rp13.500 jangan ada kenaikan lagi. "Walaupun juga kami melihat kecenderungan masih akan melemah. Tapi ada range tertentu yang sudah mereka masukan di plan mereka di budgeting mereka. Misalnya maksimum Rp13.500. Bawahnya Rp13.300," lanjutnya.
Menurutnya, kondisi ini bukan lagi sesuatu hal yang membahayakan, namun ini bisa membuat missed target dari perusahaan yang sudah melakukan budgeting. "Kita sih melihatnya lebih eksternal daripada internal. Biasa begitu ada kebijakan yang memperkuat mata uangnya dan menguntungkan Amerika biasa," pungkasnya.
Menurutnya kondisi saat rupiah turun disikapi berbeda-beda, sama halnya saat rupiah naik kencang, pasti ada protes. Ia juga tak menampik bahwa banyak pengusaha yang senang akan kondisi ini, dimana nilai dolar sedang naik dan rupiah yang melemah hingga mendekati angka Rp13.600/USD.
"Kalau ditanya kepada pengusaha siapa misalnya, ke pengusaha batu bara, ya pada senang dolar naik. Tapi pada perusahaan yang income rupiah tapi utangnya dolar pada menjerit, itu beda-beda efeknya," kata dia di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Dia juga mengaku telah berbicara dengan rekan-rekan pengusaha dan asosiasi, agar menerima kondisi ini dan diharapkan jika sudah mencapai angka Rp13.500 jangan ada kenaikan lagi. "Walaupun juga kami melihat kecenderungan masih akan melemah. Tapi ada range tertentu yang sudah mereka masukan di plan mereka di budgeting mereka. Misalnya maksimum Rp13.500. Bawahnya Rp13.300," lanjutnya.
Menurutnya, kondisi ini bukan lagi sesuatu hal yang membahayakan, namun ini bisa membuat missed target dari perusahaan yang sudah melakukan budgeting. "Kita sih melihatnya lebih eksternal daripada internal. Biasa begitu ada kebijakan yang memperkuat mata uangnya dan menguntungkan Amerika biasa," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :