USD Mulai Lesu, Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat Tajam
Rabu, 04 Oktober 2017 - 10:14 WIB
USD Mulai Lesu, Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat Tajam
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan pagi ini terlihat mulai menguat dibanding penutupan kemarin. Kondisi rupiah tersebut di tengah USD yang sedikit melemah baik terhdap euro maupun yen.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka menguat ke level Rp13.489/USD. Posisi tersebut membaik dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.582/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.502/USD atau bergerak positif dibanding sebelumnya yang berakhir pada posisi Rp13.542/USD. Namun, pada pukul 10.02 WIB terus bergerak menguat ke level Rp13.483/USD dengan kisaran level Rp13.470-Rp13.515/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, penguatan rupiah juga terlihat pada sesi pembukaan pagi ini di level Rp13.470/USD. Kondisi ini jauh membaik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.555/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.538/USD atau menguat tipis dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.540/USD, namun pada pukul 10.05 WIB semakin menguat ke level Rp13.470/USD dengan pergerakan harian pada kisaran level Rp13.465-Rp13.540/USD.
Seperti dilansir Reuters, USD sedikit melemah dari level tertingginya dalam 1,5 bulan terhadap beberapa mata uang pada hari ini, karena kenaikan yang dipicu oleh data AS yang kuat gagal pada spekulasi pilihan Presiden AS Donald Trump untuk Fed Chair.
USD telah naik pada awal pekan ini karena spekulasi Kevin Warsh sebagai kandidat utama menggantikan Janet Yellen untuk mempin Bank Sentral AS.
Indeks USD berada pada level 93,57, menembus level tertinggi 1,5 bulan ke level 93.92 pada Selasa menyusul data manufaktur AS yang kuat.
"Dolar baru-baru ini menguat pada ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Desember dan harapan pemotongan pajak, namun pasar telah menetapkan suku bunga menjadi berita positif," kata Shinichiro Kadota, suku bunga senior dan ahli strategi FX di Barclays.
"Kenaikan suku bunga Desember sudah diperhitungkan saat kita harus melihat apakah ada kesepakatan perpajakan yang akan terjadi," tambahnya.
Euro diperdagangkan pada level 1,1766 terhadap USD atau naik 0,2%. Mata uang bersama juga mengalami kekhawatiran akan kekacauan politik dan sosial di Catalonia.
Kenaikan USD terhadap yen juga terhenti, dengan mata uang AS tidak dapat menghapus resistance sekitar 113,25 yen dalam sepekan terakhir. USD turun 0,2% terhadap yen menjadi 112,65.
Poundsterling terhadap USD ke level 1,3222 terendah dalam hampir tiga pekan setelah data yang menunjukkan kontraksi mengejutkan di sektor konstruksi yang memicu kekhawatiran tentang ketidakpastian ekonomi seputar keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Di sisi lain dolar Australia terhadap USD berada di level 0,7850 atau naik 0,2% pada dan di bawah level terendah Selasa di posisi 0,7785.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka menguat ke level Rp13.489/USD. Posisi tersebut membaik dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.582/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.502/USD atau bergerak positif dibanding sebelumnya yang berakhir pada posisi Rp13.542/USD. Namun, pada pukul 10.02 WIB terus bergerak menguat ke level Rp13.483/USD dengan kisaran level Rp13.470-Rp13.515/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, penguatan rupiah juga terlihat pada sesi pembukaan pagi ini di level Rp13.470/USD. Kondisi ini jauh membaik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.555/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.538/USD atau menguat tipis dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.540/USD, namun pada pukul 10.05 WIB semakin menguat ke level Rp13.470/USD dengan pergerakan harian pada kisaran level Rp13.465-Rp13.540/USD.
Seperti dilansir Reuters, USD sedikit melemah dari level tertingginya dalam 1,5 bulan terhadap beberapa mata uang pada hari ini, karena kenaikan yang dipicu oleh data AS yang kuat gagal pada spekulasi pilihan Presiden AS Donald Trump untuk Fed Chair.
USD telah naik pada awal pekan ini karena spekulasi Kevin Warsh sebagai kandidat utama menggantikan Janet Yellen untuk mempin Bank Sentral AS.
Indeks USD berada pada level 93,57, menembus level tertinggi 1,5 bulan ke level 93.92 pada Selasa menyusul data manufaktur AS yang kuat.
"Dolar baru-baru ini menguat pada ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Desember dan harapan pemotongan pajak, namun pasar telah menetapkan suku bunga menjadi berita positif," kata Shinichiro Kadota, suku bunga senior dan ahli strategi FX di Barclays.
"Kenaikan suku bunga Desember sudah diperhitungkan saat kita harus melihat apakah ada kesepakatan perpajakan yang akan terjadi," tambahnya.
Euro diperdagangkan pada level 1,1766 terhadap USD atau naik 0,2%. Mata uang bersama juga mengalami kekhawatiran akan kekacauan politik dan sosial di Catalonia.
Kenaikan USD terhadap yen juga terhenti, dengan mata uang AS tidak dapat menghapus resistance sekitar 113,25 yen dalam sepekan terakhir. USD turun 0,2% terhadap yen menjadi 112,65.
Poundsterling terhadap USD ke level 1,3222 terendah dalam hampir tiga pekan setelah data yang menunjukkan kontraksi mengejutkan di sektor konstruksi yang memicu kekhawatiran tentang ketidakpastian ekonomi seputar keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Di sisi lain dolar Australia terhadap USD berada di level 0,7850 atau naik 0,2% pada dan di bawah level terendah Selasa di posisi 0,7785.
(izz)