IHSG Balik Arah Memerah, Rupiah Siang Ini Malah Ambruk
Kamis, 05 Oktober 2017 - 12:36 WIB
IHSG Balik Arah Memerah, Rupiah Siang Ini Malah Ambruk
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini berada di jalur negatif di tengah berbaliknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I hari ini ke zona merah.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.485/USD atau jauh lebih buruk dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.475/USD. Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran di level Rp13.473-Rp13.489/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah siang ini berada di posisi Rp13.485/USD. Rupiah terlihat memburuk dibandingkan penutupan sebelumnya Rp13.472/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.479/USD atau mendatar dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.477/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.464-Rp13.490/USD.
Sementara, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini tertahan di level Rp13.483/USD atau lebih baik dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.489/USD.
Sementara, IHSG siang ini tercatat berbalik ambruk sebesar hingga 35,21 poin setara 0,59% ke level 5.916,26 setelah pagi tadi dibuka naik tipis sebesar 1,80 poin setara 0,03% ke level 5.953,28. Kemarin, IHSG menguat 12,02 poin setara 0,20% ke level 5.951,48.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya di jalur merah dengan sektor konsumer yang melemah 1,07% dan sektor yang menguat hanya pertambangan naik 0,29%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,81 miliar dengan 4,42 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp184 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp777,25 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp592,75 miliar. Tercatat 146 saham naik, 173 saham turun dan 108 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP), dan PT Indospring Tbk (INDS). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada perdagangan sesi I berada di level Rp13.485/USD atau jauh lebih buruk dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.475/USD. Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran di level Rp13.473-Rp13.489/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah siang ini berada di posisi Rp13.485/USD. Rupiah terlihat memburuk dibandingkan penutupan sebelumnya Rp13.472/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.479/USD atau mendatar dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.477/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.464-Rp13.490/USD.
Sementara, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, siang ini tertahan di level Rp13.483/USD atau lebih baik dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.489/USD.
Sementara, IHSG siang ini tercatat berbalik ambruk sebesar hingga 35,21 poin setara 0,59% ke level 5.916,26 setelah pagi tadi dibuka naik tipis sebesar 1,80 poin setara 0,03% ke level 5.953,28. Kemarin, IHSG menguat 12,02 poin setara 0,20% ke level 5.951,48.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya di jalur merah dengan sektor konsumer yang melemah 1,07% dan sektor yang menguat hanya pertambangan naik 0,29%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,81 miliar dengan 4,42 juta saham diperdagangkan siang ini dan transaksi bersih asing minus Rp184 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp777,25 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp592,75 miliar. Tercatat 146 saham naik, 173 saham turun dan 108 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP), dan PT Indospring Tbk (INDS). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).
(izz)
Lihat Juga :