Siemens Bersama BSN Rumuskan Standardisasi Nasional

Kamis, 05 Oktober 2017 - 16:15 WIB
Siemens Bersama BSN...
Siemens Bersama BSN Rumuskan Standardisasi Nasional
A A A
JAKARTA - PT Siemens Indonesia bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) guna merumuskan standardisasi proses dan produk di perusahaanya. Perusahaan yang bergerak dibidang teknologi ini pun tengah fokus mengembangkan digitalisasi industri.

Quality Management, Environmental, Health and Safety Manager PT Siemens Indonesia Pabrik Pulomas, Tunggal Huayan Harahap mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan BSN untuk sosialisasi dan juga masuk tim dalam perumusan standardidasi. "Kita telah melakukan kerjasama dengan BSN untuk melakukan sosialisasi dan mengambil bagian dalam perumusan standardisasi. Kita juga masuk dalam tim," katanya di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Menurutnya, dalam dunia industri, standardisasi menjadi sangat penting. Bukan hanya pada hasil akhir (produk), namun standardisasi juga berlaku pada saat perencanaan dan proses. "Standardisasi itu bukan hanya hasil, tapi juga proses. Karena standar pada proses itu yang akan menentukan mutu," katanya.

Head of Process Automation, Digital Factory and Process Industry and Drives Division PT Siemens Indonesia Danu Setyo Nugroho menambahkan, di era teknologi seperti sekarang ini digitalisasi wajib diterapkan sebab memberi banyak keuntungan. Apalagi untuk proses penyimpanan data, katanya, adanya digitalisasi maka data-data penting akan tersimpan dan tersistem dengan baik.

"Dengan digitalisasi ini para pelaku bisnis tidak perlu khawatir, karena semua dokumen dan ilmu akan ada dalam satu database. Dengan adanya sesuatu yang terstandar, semuanya akan menjadi lebih mudah, dan kualitas juga pasti akan sama," paparnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas BSN Titin Resmiatin mengatakan, era digitalisasi kerap diikuti serbuan tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia. Untuk membendung serbuan TKA tersebut, BSN telah memberlakukan standardisasi personal.“ Ini untuk meningkatkan daya tawar tenaga kerja kita. Jadi TKA yang masuk ke Indonesia harus memiliki standadisasi kompetensi personal yang diberlakukan di Indonesia,” ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sulsel Kini Miliki Lembaga...
Sulsel Kini Miliki Lembaga Sertifikasi Organik Terakreditasi
Berkat SNI, Saus Lombok...
Berkat SNI, Saus Lombok Dua Jempol Tangguh saat Pandemi
BSN dan Unhas Lanjutkan...
BSN dan Unhas Lanjutkan Komitmen Pembinaan Standardisasi di Sulsel
Cegah Korupsi di Indonesia...
Cegah Korupsi di Indonesia Lewat SNI Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Peruri Sabet Peringkat...
Peruri Sabet Peringkat Perak di Ajang SNI Award 2021
BSN dan Pakar Sebut...
BSN dan Pakar Sebut Air Galon Polikarbonat Aman Dikonsumsi
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
1 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
3 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
4 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
6 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
8 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved