Terima SPPT SNI, Mitra Binaan Pupuk Kaltim Siap Bersaing Secara Global
Jum'at, 03 Desember 2021 - 09:55 WIB
loading...
PT Pupuk Kaltim terus kembangkan mitra binaan UMKMnya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Standardisasi Nasional ( BSN ) Kukuh S. Achmad menilai peranan UMKM sangat penting dalam menyokong perekonomian Indonesia, yang sejauh ini berkontribusi sebesar 60% dari total produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 97% atau sekitar 120 juta tenaga kerja. Sayangnya, UMKM masih menghadapi persoalan seperti permodalan, SDM, kualitas produk yang dihasilkan, hingga akses pasar, sehingga daya saing produk UMKM harus terus ditingkatkan.
Baca juga: Dibina PKT, Malahing Siap Jadi Destinasi Ekowisata Unggulan
Maka standardisasi dan penilaian terus dilakukan BSN berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk mendukung pengembangan UMKM agar produk lokal mampu diterima dalam transaksi pasar secara nasional maupun global.
“Langkah penerapan SNI pada UMKM tidak hanya terbatas pada capaian SPPT SNI semata, namun juga pendampingan dan pembinaan agar memperolah akses pasar yang lebih luas, sehingga UMKM bisa melakukan usaha secara mandiri dan berkesinambungan,” kata Kukuh.
Pengembangan dan pembinaan UMKM itulah yang dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Berkat upaya PKT, dua mitra binaannya, yakni Abon Jaya Mandiri dan Amplang Ikan Barokah, secara resmi menerima Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI), dari BSN. Sertifikat SNI diserahkan Kepala BSN Kukuh S. Achmad, kepada SEVP Komersil PKT Meizar Effendi dan langsung diteruskan kepada setiap mitra binaan.
Dijelaskan Meizar, diraihnya SPPT SNI oleh dua mitra binaan PKT menjadi bukti komitmen perusahaan dalam pembinaan dan pengembangan UMKM lokal agar lebih berdaya saing, dengan menghasilkan produk bermutu dan berkualitas sesuai standar. Dorongan penggunaan SPPT SNI juga menjadi sasaran utama pembinaan PKT untuk memberi jaminan dan perlindungan kepada konsumen, sehingga tidak ragu untuk menggunakan ataupun mengonsumsi produk yang dihasilkan.
Baca juga: Dibina PKT, Malahing Siap Jadi Destinasi Ekowisata Unggulan
Maka standardisasi dan penilaian terus dilakukan BSN berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk mendukung pengembangan UMKM agar produk lokal mampu diterima dalam transaksi pasar secara nasional maupun global.
“Langkah penerapan SNI pada UMKM tidak hanya terbatas pada capaian SPPT SNI semata, namun juga pendampingan dan pembinaan agar memperolah akses pasar yang lebih luas, sehingga UMKM bisa melakukan usaha secara mandiri dan berkesinambungan,” kata Kukuh.
Pengembangan dan pembinaan UMKM itulah yang dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Berkat upaya PKT, dua mitra binaannya, yakni Abon Jaya Mandiri dan Amplang Ikan Barokah, secara resmi menerima Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI), dari BSN. Sertifikat SNI diserahkan Kepala BSN Kukuh S. Achmad, kepada SEVP Komersil PKT Meizar Effendi dan langsung diteruskan kepada setiap mitra binaan.
Dijelaskan Meizar, diraihnya SPPT SNI oleh dua mitra binaan PKT menjadi bukti komitmen perusahaan dalam pembinaan dan pengembangan UMKM lokal agar lebih berdaya saing, dengan menghasilkan produk bermutu dan berkualitas sesuai standar. Dorongan penggunaan SPPT SNI juga menjadi sasaran utama pembinaan PKT untuk memberi jaminan dan perlindungan kepada konsumen, sehingga tidak ragu untuk menggunakan ataupun mengonsumsi produk yang dihasilkan.
Lihat Juga :