Euro dan Pounds Tertekan, Rupiah Ditutup Makin Ambles

Jum'at, 06 Oktober 2017 - 17:12 WIB
Euro dan Pounds Tertekan,...
Euro dan Pounds Tertekan, Rupiah Ditutup Makin Ambles
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan hari ini semakin ambles dibanding penutupan perdagangan kemarin. Kondisi mata uang garuda sore ini terjadi saat euro dan poundsterling melemah terhadap USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.519/USD atau ambruk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.464/USD. Rupiah berada pada kisaran level Rp13.469-Rp13.521/USD.

Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah bertengger di posisi Rp13.503/USD. Rupiah terlihat lebih buruk dibanding sebelumnya di level Rp13.460/USD dengan kisaran harian Rp13.453-Rp13.505/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.505/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan kemarin di level Rp13.490/USD.

Sementara, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan ke level Rp13.485/USD atau melemah tipis dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.483/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, bursa saham global jatuh untuk pertama kalinya dalam delapan hari, karena adanya kegelisahan tentang dorongan Catalonia untuk memisahkan diri dari Spanyol kembali ke Eropa dan bertaruh pada suku bunga AS yang lebih tinggi mengirim USD ke level tertinggi sejak pertengahan Agustus.

Euro terhadap USD kembali turun ke level 1,17 dan memberi USD kekuatan karena menuju pekan keempat berturut-turut dalam kenaikan sebagai sebuah langkah yang juga mulai menerapkan tekanan ke pasar yang sensitif terhadap mata uang.

"Ketidakpastian tentang apakah parlemen Catalonian akan bertemu pada Senin," kata ahli strategi Commerzbank dalam sebuah catatan.

Selain itu, ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan 90.000 pekerjaan baru AS pada September, turun dari 156.000 pada Agustus. Ini juga akan menunjukkan bagaimana badai Harvey dan Irma memengaruhi pasar tenaga kerja.

Data AS pekan ini telah solid secara keseluruhan. Ini menjadi salah satu alasan kekuatan USD dengan memberi taruhan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga AS untuk ketiga kalinya tahun ini pada Desember.

Poundsterling terhadap USD merosot ke level terendah dalam satu bulan pada hari ini dan menuju pekan terburuk melawan USD dalam satu tahun karena merosot setengah persen menjadi 1,3060.

Dolar Australia terhadap USD turun 0,5% ke level 0,7753 setelah turun ke level 0,7743, terlemah sejak pertengahan Juli. Aussie meluncur menyusul laporan media bahwa anggota dewan Reserve Bank of Australia Ian Harper mengatakan, dia tidak mengesampingkan pemotongan suku bunga.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
37 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
2 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
2 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
3 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
4 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved